30 Hari Bercerita 2025
30 Hari Bercerita 2024:
🌷1/30
Setiap awal tahun, aku selalu menulis harapan-harapanku. Sekecil apa pun itu. Meski sekadar keinginan membeli sebuah novel incaranku. Sampai pada beberapa harapan besar yang butuh usaha ekstra untuk meraihnya. Walaupun dalam setahun hanya ada satu atau dua keinginan yang terwujud, aku tetap menuliskannya. Aku tahu bahwa setiap harapan memiliki waktu masing-masing untuk bersinar. Aku tak perlu berharap semua pintaku langsung dikabulkan dalam satu waktu. Allah pasti sudah punya rencana untukku. Sehebat apa pun aku merencanakan semuanya, tetap saja Allah yang paling tahu apa yang terbaik untukku.
Hari ini aku menulis beberapa harapan. Sebagian kecil adalah harapan terbesar tahun ini, sebagian besar adalah harapan sederhana, dan sisanya adalah keinginanku untuk lebih produktif. Aku tidak akan menunjukkannya sekarang. Nanti saja jika sudah berhasil. Saat ini biarlah aku dan Allah saja yang tahu. Jadi, kalau tahun ini belum terkabul, aku tak perlu merasa malu atau kecewa karena memikirkan penilaian orang lain terhadapku.
Sekarang, aku akan berusaha untuk meraih satu demi satu harapanku. Tak lupa pula senantiasa melangitkan doa-doa. Namun, tetap kusediakan ruang ikhlas di hati jika memang harapan-harapan ini ternyata belum waktunya menghampiriku. Aku selalu percaya pada rencana-Nya.
***
🌷 2/30
Gugup itu ternyata berbahaya sekali. Bisa merusak segala hal yang sudah kita persiapkan dengan matang.
Saya mau cerita tentang pengalaman saya mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2024. SKB sendiri adalah tahap kedua dari rangkaian ujian CPNS. Di instansi yang saya lamar (Kemenag), tahap SKB terdiri atas tiga ujian; ujian tulis (SKB CAT), dan SKB non CAT yang terdiri atas Wawancara dan Praktik Kerja.
Di sini saya mau bahas tentang Praktik Kerja. Tes ini terdiri atas enam indikator penilaian, dua di antaranya adalah Kemampuan Dasar Ritual Keagamaan dan kemampuan Baca/Tulis serta Memahami Kitab Suci.
Sekadar informasi, tes ini tidak ada kisi-kisi. Jadi ya suka-suka penguji mau nanya apa, hiks. Awalnya saya takut sekali karena sadar diri bahwa ilmu agama yang saya kuasai masih sangat kurang. Tapi saya tetap berusaha belajar. Sebenarnya ada hikmahnya juga tes ini, para peserta semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Surah-surah pendek yang mungkin sudah terlupakan, jadi dihafal lagi. Ayat-ayat Al-Qur'an yang tak pernah dipahami maknanya, sekarang jadi paham walaupun cuma sedikit. Hafalan doa-doa harian pun diperbanyak. Bahkan berbagai aturan dalam dunia Fikih yang sudah hilang dari ingatan, kembali digali lagi.
Pada hari H saya praktik kerja, ternyata tak sesulit yangsaya bayangkan. Awalnya saya diminta praktik sholat subuh. Saya lakukan dengan lancar satu rakaat. Memasuki rakaat kedua, penguji minta stop. Katanya langsung ke doa Qunut saja. Saya baca. Alhamdulillah lancar juga baca Qunut. Lanjut diminta baca Tahiyat Akhir. Alhamdulillah lancar juga. Walaupun saya baca semua itu dengan suara gemetar karena gugup yang super parah.
Sampai akhirnya tiba-tiba saya ditanya tentang Surah Al-Baqarah ayat 255 alias Ayat Kursi.
"Hafal ayat kursi?" tanya salah satu penguji. Ada tiga orang penguji waktu itu.
"Hafal, Pak," saya menjawab dengan yakin walaupun masih gugup.
Saya sejenak merasa lega karena sejak awal saya masih bisa menjawab apa yang diminta. Setelah itu saya pikir penguji akan meminta saya untuk membaca Ayat Kursi, eh ternyata ditanya isi kandungannya.
Blank!
Saya lupa. Benar-benar lupa. Padahal sudah saya pelajari sebelum hari H.
Saya diam. Panik. Makin gugup. Karena saya diam dan tak bisa menjawab, penguji akhirnya meminta saya untuk membacakannya. Dan kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya? Kacau! Karena sebelumnya memang sudah blank perkara isi kandungan, bacaan saya akhirnya jadi bolak-balik.
Seharusnya "wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-ard", malah saya baca "wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wa mā fil-ard", yang akhirnya tanpa sadar terulang lagi di "man żal-lazi yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih". Awalnya saya tidak sadar kalau itu terulang, tapi akhirnya ketemu "wasi'a" lagi, langsung makin blank. Kayak mau nangis rasanya.
"Wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-ard, jangan wa mã fil-ard, nanti kesambung ke ayat lain itu," kata salah satu penguji.
Saya membenarkan bacaan saya, kemudian disuruh ulang. Keadaan gugup, blank, panik jadi satu dan itu menghancurkan isi pikiran saya. Saya malah berhenti lagi di ayat itu. Padahal tinggal lanjut "wa la ya'ūduhū ḥifzuhumā, wa huwal-'aliyyul-'azīm", tapi saya malah lupa.
Ternyata gugup memang seberpengaruh itu. Bahkan ada peserta lain yang tak bisa menyelesaikan bacaan Al-Fatihah. Iya, Al-Fatihah. Kalau dipikir, rasanya tidak mungkin kan melupakan surah Al-Fatihah? Tapi ternyata itu bisa terjadi kalau gugup.
Pengalaman ini jadi pelajaran untuk diri saya sendiri. Dan semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman. Ketika menghadapi sesuatu, usahakan sebisa mungkin mengatur hati dan pikiran supaya tidak gugup. Karena apa yang kita persiapkan dengan matang pun, bisa kacau hanya karena gugup.
Kalau kata panitia di lokasi ujian saya, "Gak perlu gugup, itu penguji juga manusia."
Ini pengalaman yang akan saya ingat seumur hidup kayaknya. Selasa, 24 Desember 2024 sekitar jam 5 sore. Btw, tesnya memang via zoom dengan tiga orang penguji dan dijaga sama panitia. Jadi, di ruangan itu saya tidak sendirian.
Via zoom saja gugupnya luar biasa. Apalagi kalo langsung ya hehe.
***
🌷3/30
Belakangan ini, saya mengikuti keseruan konten di akun @dhannicha dan @babeheji bersama anaknya, Seiji, yang biasa disapa Eji sama aunty online-nya.
Berawal dari salah satu konten @dhannicha lewat di reels. Saya pun membuka profilnya dan melihat beberapa konten lain. Akhirnya saya memutuskan mengikuti akunnya.
Kontennya berfokus pada ilmu parenting yang menurut saya sangat menarik, ditambah lagi hasil parenting-nya juga bisa terlihat langsung. Di sini mereka bikin konten bareng si gemes Eji. Saya kagum melihat anak sekecil itu sudah bisa meluapkan sekaligus mengatur berbagai emosinya. Eji juga diizinkan mencoba berbagai hal baru, seperti membantu Momma memasak, atau diajarkan untuk membereskan mainannya seusai bermain.
Anak ganteng ini juga terlihat begitu cerdas ketika berinteraksi dengan Momma dan Babehnya. Kagum sekaligus gemas. He's so cute. Dan yang paling bikin saya tertarik adalah buku-buku Eji yang pernah Momma spill di salah satu postingan. Ternyata Eji rutin diajak baca buku tiap hari. Jadi mikir, kalau nanti saya punya anak, saya juga mau mengenalkan dia ke dunia membaca sejak dini.
Biasanya kalo Babeh Eji lagi bacain Eji buku, Momma ngerjain hal lain. Nah, ini juga yang bikin saya kagum, bagaimana cara Momma dan Bebeh Eji berbagi peran dan saling bekerja sama.
Untuk saya yang belum menikah, konten-konten mereka sangat bermanfaat. Entah itu untuk belajar ilmu parenting, belajar menjadi orang tua yang baik, atau belajar cara bekerja sama antara suami istri dalam keluarga.
Mungkin kadang ada yang mikir "ah, saya belum mau nikah, nanti aja belajar kek gini."
Padahal justru karena belum menikah, makanya harus belajar. Dan tentunya hasil belajar juga akan lebih maksimal jika dilakukan sejak awal. Jadi, ketika menghadapi rumah tangga nanti, kita sudah punya bekal.
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad.
Pengen bisa jadi orang yang super sabar seperti Momma dan pengen punya partner hidup yang bisa diajak bekerja sama dalam keluarga seperti Babeh.
Namun, tetap harus ingat bahwa kita tak perlu jadi orang lain. Mari belajar dan menciptakan keluarga bahagia versi masing-masing. Nanti, kalau sudah waktunya.
***
🌷4/30
TEMA: 10 TAHUN
Hari ini, aku menulis surat untuk diriku 10 tahun akan datang, tepatnya untuk Nisa di tahun 2035. Aku menulisnya di email dan telah mengatur jadwal pengirimannya, yaitu 4 Januari 2035 pukul 20.00 WITA.
Kuharap Allah masih mengizinkanku hidup hingga saat itu. Kuharap aku benar-benar bisa membaca email ini 10 tahun kemudian. Aamiin.
Aku menulis surat yang tak begitu panjang. Hanya berisi pertanyaan tentang masa depan dan sedikit membahas masa sekarang.
Walaupun masa depan cukup menakutkan untuk dipikirkan, tapi juga bikin penasaran. Kira-kira, seperti apa ya hidupku 10 tahun ke depan?
Aku bertanya bagaimana kehidupanku di masa depan; apakah aku bahagia dengan hidupku, bagaimana kehidupan rumah tanggaku, bagaimana suami dan anak-anakku, bagaimana orang tua dan saudara-saudaraku, bagaimana teman-teman dekatku, dan bagaimana karirku di masa itu.
Aku berharap kebahagiaan. Kuharap orang tua dan saudara-saudaraku masih hidup dan sehat. Kuharap aku menikah dengan laki-laki yang baik. Kuharap aku masih menjaga pertemanan dengan para sahabatku.
Tentunya, kuharap aku menjadi manusia yang baik dan berguna untuk orang di sekitarku, dan tetap mencintai diriku sendiri.
Hai, Nisa 2035!
Tunggu surat ini datang ya. Tolong tetap hidup dan jawablah pertanyaanku yang penuh rasa penasaran ini.
Aku mencintaimu.
Salam sayang,
Nisa 2025!
***
🌷5/30
Aku baru saja membaca tulisanku pada 30 HBC 2024 hari ke-4. Jadi senyum-senyum sendiri baca kisah Asa dan Arka. Karena sejujurnya itu adalah kisah nyata dengan sedikit bumbu. Tiba-tiba saja aku ingin menceritakannya sekarang.
Juli 2023.
Mungkin ini adalah salah satu dari banyaknya rentetan peristiwa yang membuatku jatuh cinta padanya. Soalnya selama ini jika ditanya suka dia sejak kapan, aku pun bingung sejak kapan.
Dia teman pertamaku yang berkunjung ke makam Papa. Sekarang pun masih menjadi satu-satunya.
"Mau cerita-cerita dulu? Kalau mau, saya bakal pergi dulu," katanya kala itu. Dia memberiku waktu untuk berbincang dengan Papa, walaupun semua orang juga tahu, tak ada yang akan menanggapi ceritaku jika aku berbicara pada sebuah makam.
"Enggak," jawabku. Aku hanya membersihkan makam Papa, setelah itu berdoa.
"Udah? Gak mau ngobrol dulu?" tanyanya lagi memastikan.
Aku mengangguk.
Kami pun memutuskan untuk pulang. Namun, sebelum pulang, masih di area makam, aku berkata padanya, "Kamu orang pertama yang ke sini. Belum ada temanku yang pernah ke sini."
"Wah, saya orang pertama? Kebetulan tadi udah memperkenalkan diri juga."
Aku terdiam, diikuti senyum yang aku sendiri tak ingat tersenyum karena apa. Di pikiranku saat itu hanya tanda tanya atas apa yang dia katakan. Memperkenalkan diri sebagai siapa dia, mengapa dia mau repot-repot mengantarku, mengapa dia sebaik ini padaku, mengapa dia peduli aku sedih atau senang, apakah dia memang seperti ini ketika berteman? Untuk aku yang tak pernah bersahabat dengan laki-laki, sifatnya memang cukup membingungkan.
Aku memang sempat berpikir "apa mungkin dia menyukaiku?"
Namun, aku berusaha membuang pikiran itu dan menanamkan fakta bahwa kami hanyalah teman. Tetapi sejak hari itu, sepertinya aku selalu menunggu kedatangannya. Aku juga mencari keberadaannya jika dia tak memberi kabar. Aku juga tak senang jika melihatnya dekat dengan perempuan lain. Apakah aku benar-benar jatuh cinta?
Aku terus bertanya-tanya tentang perasaanku. Aku pun menebak-nebak perasaannya.
Hingga suatu saat, dia berkata jujur padaku. Ternyata kami memang berada pada ruang hati yang sama.
***
🌷6/30
Hari ini tanggal 6 Januari. Rumahku berulang tahun. Iya, rumah.
Kalian setuju kan kalau aku bilang rumah tak selalu berbentuk bangunan? Sebab AWL adalah sebuah rumah untukku. Dan selamanya akan seperti itu.
Bagi pembaca setia 30 HBC-ku, pasti sudah hafal apa yang akan kutuliskan setiap tanggal 6 Januari. Ya, Army With Luv.
Mungkin orang-orang akan berpikir, apa sih spesialnya grup Whatsapp doang?
Bagiku, AWL gak hanya grup Whatsapp, tapi rumah, tempat pulang. Tempat cerita, berkeluh kesah, berbagi kebahagiaan dan berbagi segala perasaan. Cerita-cerita di sini selalu didengarkan. Gak akan ada yang menghakimi. Kalau ada salah, ya ditegur, bukan dihakimi. Di sini, gak akan ada yang merasa sendirian. Ketika butuh saran atau solusi, selalu ada orang-orang yang menanggapi. Meski kita berjauhan (penghuni AWL dari berbagai daerah di Indonesia), tapi hatinya terasa dekat.
Aku selalu merasa nyaman menjadi diri sendiri di sini. Gak perlu jadi orang lain. Mereka menerimaku apa adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihanku. Dan semua member seperti ini, saling menerima dan memahami.
Kami pun pernah bertengkar layaknya saudara dalam satu rumah. Kadang pula berbeda pendapat. Tapi gesekan seperti ini justru mempererat hubungan yang ada.
Walaupun kami disatukan karena fandom, tapi pembahasan grup gak selalu tentang idol dan fandom itu sendiri. Pembahasan random; tentang kehidupan sehari-hari dengan segala plot twistnya, drama pekerjaan, urusan suami dan anak-anak, pekerjaan rumah yang tak ada habisnya, makanan enak, tips dan trik, dan masih banyak lagi. Kadang juga hanya sekedar saling melempar lelucon, tapi tetap seru dan menyenangkan. Pokoknya kalau bahas AWL, kayak gak ada habisnya.
Penghuni rumah ini emang udah gak sebanyak dulu, tapi hangatnya masih sama. Kasih sayangnya juga masih sama. Walaupun dalam beberapa waktu kadang grup ini jadi sepi karena kesibukan masing-masing, tapi aku tau bahwa kita akan tetap terikat dalam satu perasaan.
Terima kasih untuk tiga tahunnya, AWL. Semoga kita tetap bersama sampai seterusnya ya. Semoga juga kita bisa ketemu suatu saat nanti. Aamiin.
Love you💜
***
🌷7/30
Belakangan ini, minat baca saya sedikit berkurang. Bukan hanya membaca, tapi juga menulis. Walaupun begitu, saya masih sangat mencintai dunia literasi ini.
Kenapa bisa kurang minat?
Karena keadaan, yang lama-kelamaan menjadi kebiasaan. Kesibukan membuat saya jadi jarang menulis dan membaca buku karena fokus pada sesuatu yang sedang saya kerjakan. Setelah bekerja, saya menenangkan pikiran saya dengan hiburan lain seperti menonton drakor atau acara idol favorit saya. Rutinitas inilah yang menjadi kebiasaan.
Ikut 30 HBC adalah salah satu cara saya untuk mempertahankan komitmen menulis yang sepertinya akan semakin hilang jika diabaikan. Saya juga mencoba membaca novel lagi. Sekarang saya sedang membaca buku Thank You Salma untuk pertama kalinya. Ini adalah seri ke tiga dari Dear Nathan. Walaupun sehari baca sedikit, yang penting bisa konsisten. Saya ingin kembali mencintai dunia membaca.
Malam ini, untuk membantu menumbuhkan rasa cinta lagi, saya membuka kembali salah satu karya yang membuat saya bahagia sekali dulu. Buku yang pertama kali memuat nama saya di sampulnya. Isinya novelet dari empat penulis. Sayang sekali saya sudah hilang kontak dengan tiga penulis lain.
Ketika membaca isinya yang berjudul "Bintang Teratai", saya agak sedikit malu. Sebab tulisan saya terlihat masih kacau; dari segi pemilihan diksi, pembentukan kalimat, bahkan jalan cerita yang menurut saya kurang menarik.
Namun, ternyata ini membuktikan bahwa saya sudah berkembang ke arah yang lebih baik. Bisa mengkritisi karya saya sendiri adalah bukti bahwa saya tidak jalan di tempat. Meski berjalan pelan-pelan, yang penting saya tidak berhenti. Ternyata perjalanan menulis saya sudah cukup jauh walaupun hasilnya belum terlihat nyata.
Tidak apa-apa jika saya belum menghasilkan karya yang hebat di mata orang lain. Mungkin nanti ketika sudah waktunya. Tiap orang punya waktunya masing-masing, kan?
Sekarang tidak apa-apa memulai lagi perlahan-lahan. Lagi pula, saya sedang tidak berlomba dengan siapa pun, dan tidak ingin menjadi hebat di mata siapa pun. Saya menghargai proses saya.
Untuk dunia baca tulis, mari saling mencintai lagi🤍
***
🌷8/30
TEMA: WISHLIST
Sebenarnya wishlist saya banyak sekali. Saking banyaknya saya bingung mau menulis tentang wishlist yang mana atau tentang apa hari ini.
Apakah saya harus menulis tentang keinginan membeli barang? Soalnya saya punya wishlist beli laptop baru dan beli mesin cuci baru untuk Mama.
Apakah saya harus menulis tentang keinginan mengunjungi suatu tempat? Soalnya saya punya wishlist umroh bareng keluarga. Pengen ke Korea juga, atau ke negara mana pun asalkan bisa nonton BTS dan SEVENTEEN.
Apakah saya harus menulis tentang harapan karier? Soalnya saya punya wishlist lulus CPNS dan PPG.
Ah, banyak sekali daftar keinginan ini. Tapi mari kita mulai dari wishlist paling sederhana, tapi lumayan sulit juga untuk diraih, yaitu menjaga kesehatan diri sendiri.
Ingin mulai menjaga kesehatan dengan cara kurangi begadang. Di mana sulitnya? Godaan drakor yang tak ada habisnya. Padahal bisa nonton tanpa begadang, kan? Mari kita coba!
Kurangi junk food dan minuman manis. Alhamdulillah ini sudah mulai bisa saya terapkan. Sudah beberapa bulan ini saya mengurangi jajan junk food, sudah mengurangi minuman manis juga dan lebih sering minum air putih.
Mulai rutin makan buah dan makanan bergizi lainnya, serta olahraga. Ini pun ada perkembangan dalam beberapa bulan terakhir, setidaknya dibanding 2023. Lumayan sering makan buah walaupun masih kurang dari asupan yang seharusnya. Untuk olahraga, saya mencoba olahraga yang bisa dilakukan di rumah, terutama olahraga yang bisa membantu menaikkan berat badan. Iya, di saat orang lain ingin diet, saya malah sebaliknya.
Dan yang terpenting jangan telat makan. Duh, ini masih susah, tapi sedang diusahakan.
Mari wujudkan wishlist ini untuk hidup yang lebih sehat✊🏻
Kalau kita sehat, kita bisa kerja keras untuk mewujudkan wishlist yang lain. Oh ya, jangan lupa jaga ibadahnya juga🤍
***
🌷9/30
Sejak dulu, saya sangat menyukai langit. Saya pun betah berlama-lama menatapnya, bikin tenang dan bahagia. Saya juga sering mengambil foto langit untuk disimpan supaya bisa dilihat-lihat lagi. Langit dengan segala cuacanya tersimpan rapi di galeri.
Sekarang saya mulai jarang mengambil foto langit. Bukan karena tidak lagi menyukainya, tapi karena saya sudah sering menerima foto langit dari seseorang.
Jadi, awalnya dia sering fotoin langit biar bisa dikirim ke saya katanya. Salah satu dari sekian banyak effort PDKT-nya haha.
Siapa sangka, sekarang dia malah lebih addict. Foto langit di galerinya sudah banyak sekali. Mulai dari langit biru cerah, langit jingga milik senja, langit mendung dengan pelangi, bahkan langit malam ditemani bulan. Semuanya ada.
Di balik banyaknya perbedaan—saya suka drakor, dia suka anime; saya suka baca novel, dia suka baca komik; saya suka banyak jenis makanan, dia picky eater; dan berbagai perbedaan lainnya—setidaknya kami punya kesamaan. Ya, sama-sama suka langit. Menambah satu daftar kesamaan kami selain MBTI I.
Saya tidak pernah memaksanya menyukai langit. Lebih tepatnya, saya tidak pernah memaksanya menyukai apa yang saya sukai. Dulu saya sempat mikir kalau saya harus cari pasangan yang satu hobi sama saya. Mau cari orang yang suka baca atau nulis, atau yang suka drakor dan kpop. Kalau tidak, minimal punya selera yang sama; entah makanan, musik, atau hal lain. Namun, dia berhasil mengubah pikiran saya.
Ternyata kita tidak harus sama dalam segala hal. Cukup saling menghargai kesukaan masing-masing saja sudah bikin bahagia. Seperti saya yang selalu mendengarkan cerita animenya walaupun saya tidak paham, dan sebaliknya dia yang selalu mendengarkan saya membahas drakor atau idol. Atau seperti saat dia dengan senang hati menemani saya makan makanan yang tidak bisa dia makan, dan sebaliknya kadang saya pun memilih makanan yang bisa dia makan biar makannya bisa bareng.
Perbedaan itu indah. Saya jadi banyak belajar tentang cara menghargai makna bahagia versi orang lain yang tentunya tak harus sama dengan versi kita.
Terima kasih banyak, langitku ♡
***
🌷10/30
Mari kita berbicara tentang Drama Korea hari ini.
Sebenarnya apa sih yang bikin drakor begitu digandrungi?
Saya pribadi menyukai jalan ceritanya yang seru dan gak gampang ditebak. Saya juga menyukai setiap detail drakor. Kalau pemeran utamanya seorang dokter, ya benar-benar diceritakan dokter itu seperti apa dan kerjanya bagaimana. Bahkan detail penyakit, istilah-istilah dalam dunia kesehatan, bentuk rumah sakit dan peralatannya juga digambarkan dengan nyata berdasarkan riset mendalam. Bukan hanya ucapan "kami sudah berusaha semaksimal mungkin" padahal gak ngapa-ngapain, atau dorong brankar pasien di lorong rumah sakit padahal di mana-mana UGD tuh ada paling depan.
Ada pula profesi di dunia hukum. Saya jadi tau tentang peran hakim, jaksa, dan pengacara lebih detail lagi dari drakor. Ada juga profesi polisi atau detektif, ahli forensik, atlet, bahkan pembersih TKP yang baru saya ketahui dari drama Move to Heaven.
Selain itu, drakor juga sangat cerdas dalam mengangkat suatu cerita. Mereka sering memperkenalkan budaya Korea Selatan yang akhirnya membuat budaya mereka semakin dikenal. Contohnya salah satu drama terpopuler Netflix, Squid Game. Berkat drama ini, permainan tradisional anak Korsel sekarang jadi mendunia.
Drama Hospital Playlist juga menghasilkan sesuatu yang mengagumkan. Jumlah donor organ di Korea Selatan meningkat berkat drama Hospital Playlist 2. Dari 1 Juli hingga 11 Agustus 2021, ada 16.231 orang yang mendaftar sebagai pendonor. Setelah eps 7 tayang, jumlah pendonor bertambah 7.042 orang. Jumlah ini naik 11 kali lipat daripada tahun lalu (Artikel CNN Indonesia).
Drakor pun tidak ragu mengangkat isu yang meresahkan masyarakat. Seperti lemahnya hukum kekerasan seksual di Korsel hanya karena alasan mabuk, yang diangkat dalam film Hope. Ada juga drama Taxi Driver yang mengangkat berbagai kasus seperti pelecehan seksual, perbudakan, kekerasan terhadap karyawan, malapraktik medis dan penipuan phishing suara.
Keresahan masyarakat seperti dibantu untuk disuarakan melalui drakor. Keren banget kan?
Satu lagi alasan suka drakor, tentu saja visual aktor aktris yang memanjakan mata^^
***
🌷11/30
Berbicara tentang "Perempuan Panutan", sebenarnya ada banyak. Selama ini aku mengagumi banyak orang, termasuk para perempuan mengagumkan yang menginspirasi. Namun, jika diminta menuliskan satu orang, aku memilih untuk menuliskan wanita hebat sepanjang hidupku, Ibu.
Untuk segala hal yang telah ia lalui, aku begitu mengaguminya. Aku begitu mencintainya🤍
Menjadi single parent untuk tiga orang anak mungkin tak pernah terbayangkan oleh ibuku. Namun, itulah yang terjadi ketika anaknya masing-masing berusia 7, 14, dan 16 tahun.
Dulu, ketika ayahku dipanggil Yang Maha Kuasa, aku merasa jadi orang paling menderita di dunia.
"Bagaimana aku akan melanjutkan hidup?" Begitulah pikiran anak empat belas tahun yang masih belum sepenuhnya memahami cara dunia bekerja, tapi sudah ketakutan membayangkan masa depan.
Saking sedihnya, aku melupakan satu hal; aku lupa bahwa ibuku juga merasakan kehilangan. Aku hanya fokus pada kesedihanku dan lupa bahwa ada orang yang paling sedih di sekitarku. Ibuku kehilangan suaminya, kehilangan ayah dari anak-anaknya, kehilangan separuh jiwa yang sudah bersamanya hampir dua puluh tahun.
Aku lupa bahwa ibuku juga tersakiti di sini. Harus menata masa depan baru tanpa pasangan, dengan tiga orang anak yang masih butuh segalanya untuk tumbuh dewasa. Entah bagaimana cara Ibu menahan air matanya. Kesedihannya yang kulihat hanya pada hari kepergian Ayah, dan beberapa minggu setelahnya. Setelah itu, dia terlihat baik-baik saja. Tentu saja itu pura-pura. Aku sudah mampu memahami itu. Entah berapa banyak kepura-puraan yang Ibu lakukan.
"Habiskan saja nak, Ibu sudah makan. Bodohnya kupercaya itu."
Lirik lagu Jayadi Indonesian Idol seperti membeberkan fakta bahwa semua ibu pasti pernah seperti ini. Melihat Ibu hidup sebagai single parent selama beberapa tahun mengajarkanku arti kekuatan, ketabahan, dan kesabaran. Ibuku adalah orang yang seperti itu. la mampu menghadapi semuanya. Ibu bertumbuh menjadi wanita yang semakin kuat setiap harinya. Mandiri berdikari. Sampai sekarang pun sama.
Lalu, bagaimana Ibu menghidupi kami? Tentu saja dengan hasil kerja kerasnya. Aku pun tau ibuku sangat bertanggung jawab dengan pekerjaannya, tanpa mengesampingkan keluarga. Ah, wanita ini sungguh mengagumkan.
Kata Ibu, "Jangan hidup bergantung sama orang lain. Sekalipun nanti kamu sudah punya suami, harus tetap kerja. Kita gak tau apa yang akan terjadi di masa depan."
Aku paham maksudnya. Sama seperti apa yang terjadi padanya ketika Ayah tiba-tiba pergi. Hidup ini penuh kejutan, bukan? Kita harus mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan.
Sabar, tabah, kuat, mandiri, pekerja keras, bertanggung jawab, penyayang, peduli, cantik, ∞. Banyak sekali kata untuk menggambarkan seperti apa dirinya. Ibuku tentunya tidak sempurna. Sebagai panutan untuk anak-anaknya, tentunya ia memiliki kekurangan. Namun, mataku buta akan kekurangannya karena kehebatannya jauh lebih melimpah.
Banyak Ibu hebat di luar sana, tapi tentu saja ibuku adalah nomor satuku. la bekerja keras bukan untuk dipandang hebat oleh orang lain, tapi justru untuk menciptakan anak hebat di masa depan.
***
🌷12/30
Hari ini, mari kita belajar PUEBI sederhana, yaitu perbedaan penggunaan kata "di".
PUEBI adalah singkatan dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. PUEBI merupakan kaidah bahasa yang mengatur penulisan huruf, kata, dan tanda baca.
Biar tulisan kita lebih cantik, ada baiknya mengikuti kaidah kepenulisan✨️
BELAJAR PUEBI #1
- Penggunaan kata "di"
1. Kata "di" sebagai preposisi (kata depan), berfungsi untuk menunjukkan tempat. Kata "di" sebagai preposisi harus ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Contoh: di antara, di samping, di bawah, di atas, di dalam, di sebelah, di lapangan, di sekolah, di rumah, di kantor, dll.
2. Kata "di" sebagai prefiks (imbuhan/awalan), harus terikat dengan kata yang mengikutinya. Kata "di" sebagai prefiks berfungsi untuk membentuk kata kerja pasif.
Contoh: ditulis, dibeli, disuap, dikejar, dibuat, diminta, dipakai, dialihkan, ditempati, didatangi, dicintai, dll.
Contoh 1:
Rumah lamaku sudah dijual. Sekarang aku tinggal di rumah baru tak jauh dari rumah lama. Meski begitu, tetap saja tak ada yang berubah, sebab aku masih sering diteror oleh orang asing itu. Aku penasaran, siapa orang itu, di mana dia tinggal, dan apa tujuannya. Peneror itu sudah dilaporkan ke polisi oleh kakakku. Kuharap dia segera ditemukan dan ditangkap, tak peduli di mana dia berada.
Contoh 2:
Perhatikan perbedaan kata "di" sebagai preposisi dan prefiks jika kata yang mengikutinya adalah kata yang sama.
Di balik dan dibalik:
* Aku melihatnya bersembunyi di balik pintu.
* Halaman buku itu sudah dibalik berkali-kali, tetapi Tania tak kunjung menemukan halaman yang ia cari.
Contoh lain:
"Ada gajah di balik batu."
Kalau ada yang nulis 'Ada gajah dibalik batu', kan jadi aneh. Masa iya gajah bisa dibalik sama batu?
***
🌷13/30
Harapan sederhana yang tidak lagi jadi sederhana; punya mata normal.
Ya, ini bukan harapan sederhana lagi, karena memang gak bisa normal lagi.
Kadang saya rindu gimana rasanya punya mata normal, yang bisa melihat jelas tanpa kacamata. Sekarang harus pake terus. Kalau gak pake, kadang di jalan ditegur sama orang, gak bakal tau itu siapa, dikira sombong, padahal mah gak kelihatan orangnya. Ribetnya lagi kalau bawa motor dan turun hujan. Mau pake kacamata, basah. Gak pake, blur. Serba salah. Jangan lupa juga pas makan makanan panas kayak bakso dan sejenisnya, penuh uap tuh kacamata😭
Sekarang cuma bisa berusaha biar minusnya gak nambah. Bahaya juga kalo nambah terus.
Buat yang punya mata normal, dijaga baik-baik ya matanya biar sehat terus.
Saya bisa minus kayaknya karena dari dulu suka baca novel, dan posisi bacanya memang salah. Kayak misal baca sambil rebahan, ini gak baik buat kesehatan mata. Jadi yang matanya masih normal dan suka baca, kurangi ya kebiasaan ini. Jangan baca buku di tempat gelap juga, dan jangan baca buku dengan jarak terlalu dekat.
Kalau bukan diri sendiri yang jaga kesehatan, siapa lagi?
***
🌷14/30
Alhamdulillah first try!
Tanggal 12 Januari kemarin pengumuman CPNS, alhamdulilah saya dikasih rezeki sekaligus amanah. Gak nyangka bisa lulus CPNS di usia segini, dengan sekali percobaan. Walaupun memang ada faktor keberuntungan di sini karena saingannya dikit, tapi saya percaya bahwa usaha saya juga berpengaruh terhadap keputusan Allah kali ini. Memang selalu ada jalan kalau Allah udah mau kasih sesuatu. Tapi ingat, jangan hanya mengandalkan faktor keberuntungan. Saingan sedikit pun kalau gak ada usaha, ya gak bisa juga. Harus tetap usaha!
Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah atas rezeki yang luar biasa ini. Sebenarnya dari tahun kemarin, tiap liat postingan orang terima SK P3K/CPNS, saya jadi ngebatin "Kapan ya saya kayak gini?". Kadang mikir, kok orang-orang udah maju semua, saya masih gini-gini aja. Tapi ternyata tahun inilah giliran saya. Tiap orang punya waktunya masing-masing. Harus percaya sama jalan yang Allah kasih dan jangan lupa untuk tetap menghargai proses yang dilalui oleh diri sendiri✨️
Ini kalau dibahas semua bakal panjang. Kapan-kapan saya ceritakan di blog aja ya. Sekarang saya mau ngucapin makasih ke orang-orang.
Makasih buat seluruh keluarga yang udah support dari awal; mama, kakak, adek, om, tante, dan semuanya yang dukung saya. Tanpa dukungan dan doa mereka, saya gak akan sampai di sini. Terutama doa Ibu yang menembus langit itu🥹❤️
Special thanks buat teman seperjuangan saya dari awal pendaftaran sampai ujian terakhir @widyaputrisha makasih widyaku sayang. Semoga rezeki ini segera menyusul di kamu❤️
Buat sahabat saya @syarifahsuad_ @nurma_yunita02 yang udah dukung dan doain saya dari awal, makasih banyak❤️
Buat teman-teman AWL yang selalu doain dari awal, terutama para admin yang selalu dengerin cerita bahkan keluhan saya tentang materi ujian yang buanyak banget wkwk, makasih😗
Dan semua teman-teman yang gak bisa saya sebutkan satu per satu. Terima kasih banyak dukungan dan doanya.
Love u guys🫶🏻
***
🌷15/30
Di berbagai sosmed, pasti banyak yang bilang kalau temenan bertiga itu toxic. Apalagi di tiktok, kalau search "temenan bertiga", akan muncul berbagai konten yang bilang jangan temenan bertiga, dan kebanyakan konten-konten itu disetujui oleh 95% orang di kolom komentar.
Katanya temenan bertiga itu toxic; yang akrab cuma berdua, yang satu dilupakan; yang dua berbagi rahasia, yang satu diabaikan.
Tapi maaf, saya gak setuju. Saya gak pernah merasakan hal-hal itu selama berteman dengan @syarifahsuad_ dan @nurma_yunita02. Sejak kami saling mengenal sekitar 12 tahun lalu, sampai sekarang mereka jauh dari kata toxic. Kami punya grup bertiga, tapi sesekali saya pc-an sama mereka berdua. Bahas apa aja, yang jelas bukan bahas kejelekan teman yang satu. Kalau mau cerita-cerita ya kita seringnya di grup. Perkara disengat tawon aja laporan ke grup.
Kami sering jalan bertiga, tapi kadang ada yang jalan berdua. Entah saya dan Kak Suad, atau Kak Suad dan Yuni, atau saya dan Yuni. Kadang satunya gak bisa ikut, atau ada hal-hal lain yang bikin jalan berdua. Memangnya aturan dari mana temenan bertiga gak boleh jalan berdua?
Rasa cemburu dalam pertemanan emang wajar karena kami saling sayang. Tapi kalau diperpanjang dengan drama ngambek-ngambekan, maaf udah bukan umurnya wkwk.
Di usia sedewasa ini, udah gak ada tenaga menghadapi drama pertemanan. Hidup ini udah terlalu berat dengan segala gempurannya. Teman harusnya ada untuk menguatkan dan menghibur, bukan buat pusing. Dan terpenting, harus saling memahami.
Jadi toxic atau tidak, tergantung pribadi masing-masing. Alhamdulillah saya dipertemukan dengan orang-orang baik❤️
Saya merasa kami bertiga udah ditakdirkan bersama. Saya yang cuma punya saudara laki-laki, berasa jadi punya saudara perempuan. Kak Suad yang anak bungsu di keluarga, dapat peran anak sulung di antara kami bertiga, dan Yuni yang anak tunggal berasa dapat saudara juga. Masya Allah, indah sekali kan takdir ini?
Panjang umur pertemanan. Ayo tetap berteman sampai nanti, sampai kita semua nikah. Nanti anak-anak kita juga harus jadi sahabat ya. Eh tapi sebelum itu, minimal triple date dulu gak sih?
***
🌷16/30
Malam ini suara hujan bersahut-sahutan di sebuah rumah yang atapnya sudah bocor pada beberapa bagian. Setelah mentari terik melanda beberapa hari, akhirnya dingin menemani malam ini.
Seorang gadis duduk di ruang tengah rumahnya, menilik sang ibu yang sedang duduk manis di depan televisi sembari menonton sinetron yang entah sudah berapa ratus episode. Volume televisi mulai kalah saing dengan bunyi nyaring atap yang dijatuhi oleh air langit itu. Sang ibu mulai kewalahan mendengar suara secara bersamaan, tetapi masih betah menyaksikan para aktor dan aktris itu berlakon. Gadis itu tersenyum, cukup membahagiakan melihat pemandangan sederhana yang selalu ingin ia saksikan tiap malam.
Gadis dua puluh tahun itu tak suka sinetron, ia lebih menyukai Drama Korea. Menurutnya, sinetron agak membosankan dengan jalan cerita monoton dan tak masuk akal. Namun, ia betah saja duduk atau rebahan di depan televisi menemani ibunya. Sesekali ia menyimak sinetron itu, bertanya tentang jalan ceritanya yang sebenarnya tak menarik, tapi jadi menarik jika dibahas bersama manusia favoritnya itu. Apalagi jika sang ibu menjawab dengan bersemangat. Wah, makin menyenangkan. Mungkin sama menyenangkannya dengan perasaan seorang ibu ketika menemani anaknya menonton kartun semasa kecil. Meskipun kartun itu untuk anak-anak, sang ibu tetap ikut menyaksikan demi menemani buah hati.
Zaman sekarang memang banyak orang yang sudah tak pernah menonton televisi. Semua sudah beralih ke ponsel. Meski ibunya juga lumayan bisa menggunakan ponsel, televisi tetaplah menjadi sumber hiburan. Ia senang ibunya masih bisa menikmati waktu santai yang menyenangkan setelah bekerja.
Di rumah yang hanya ia tinggali bersama ibunya itu, televisi adalah salah satu benda penting yang selalu jadi penghubung cerita-cerita baru.
Ia bahagia hanya dengan menyaksikan sang ibu menonton televisi.
Di antara riuh hujan yang masih berisik, ia berujar lirih, meminta pada Sang Pencipta, "Tolong biarkan aku menyaksikan pemandangan ini, juga mempertahankan perbincangan-perbincangan ini lebih lama."
***
🌷17/30
Hari ini, saya ingin menulis tentang seseorang. Namanya Wardatul Jannah. Saya biasa manggil Kak Datul. Asalnya dari Pasuruan, Jawa Timur. Hari ini dia berulang tahun ke-28. Tulisan ini adalah bentuk apresiasi untuknya.
Happy birthday!
Selamat mengulang 17 Januari ke-28 kak @wardatul.97 ❤️
Kak Datul ini adalah salah satu teman yang menjadi sosok kakak perempuan untuk saya. Walaupun kita hanya teman virtual, tapi dia salah satu manusia favorit saya. Orangnya sabar banget masya Allah. Lemah lembut dan baik sekali hatinya.
Dia selalu mendukung saya apa pun yang saya lakukan, selama itu hal positif, termasuk menulis. Ini adalah bagian paling membahagiakan dari pertemanan ini. Dia salah satu pembaca setia tulisan-tulisan saya. Setiap saya update di blog, dia selalu baca dan kasih review. Waktu saya ikutan 28 Days Writing Challenge di bulan Februari dua tahun lalu, saya ingat sekali dia membalas instagram story saya hampir setiap hari untuk me-review cerita saya. Dan tentu saja dia juga pembaca setia 30 Hari Bercerita yang saya tulis tiap tahun. Di mana pun saya menulis, entah di blog, Instagram, atau sekadar story Whatsapp semuanya dibaca sama dia. Terima kasih banyak, Kakak🌻
Kami juga berada di fandom yang sama, Army dan Carat. Makanya saya sering cerita-cerita ke dia. Kadang bahas Bangtan, kadang bahas s
Seventeen, sesekali bahas drakor, pokoknya hal-hal yang berkaitan sama Korea. Gak cuma tentang Korea, Kak Datul ini bisa diajak bahas apa aja, pokoknya topik apa pun bisa nyambung. Jadinya kita sering membicarakan hal lain juga di luar topik negeri ginseng.
Layaknya seorang kakak, dia bisa banget mengayomi. Entah memberikan saya nasihat atau saran, menceritakan pengalamannya untuk saya jadikan pembelajaran, jadi pendengar segala cerita yang saya bagikan, dan selalu mengapresiasi pencapaian saya entah pencapaian kecil atau besar.
Jangan bosan-bosan jadi kakak perempuan untuk saya ya kak, terima kasih banyak atas segala cintanya✨️
Sekali lagi, selamat ulang tahun, Kak Datul. Semoga kakak bahagia selalu, sehat dan panjang umur, dan dikabulkan segala inginnya di tahun ini. Pokoknya doa-doa baik untuk kakak. Luv u💞
***
🌷18/30
Bagi orang yang sangat mengenal pribadiku, pasti paham bahwa aku adalah manusia yang entah mengapa lebih memikirkan orang lain dibandingkan diriku sendiri. Aku cenderung memikirkan perasaan orang lain atas apa yang aku lakukan atau katakan. Hingga pada beberapa kasus, kebiasaan ini cukup menyiksa diri sendiri. Sampai pada suatu hari, ada seseorang yang berkata padaku, "Sesekali egois itu juga perlu untuk diri sendiri."
Di saat orang lain mengatakan bahwa kita tak boleh menjadi manusia yang egois, ia malah sebaliknya. Katanya, egois itu tak selalu buruk. Ada kalanya kita memang perlu egois jika beberapa hal sudah menciptakan efek negatif pada diri. Saat ia mengatakan itu padaku, aku memang sedang terlibat masalah dengan seseorang, dan ucapannya berhasil membuatku menangis. Bukan karena sedih, tapi terharu sebab aku sadar bahwa aku memiliki seseorang di pihakku.
Ia pun pernah bilang, "Sejak kapan menjaga perasaan orang lain jadi tanggung jawab?"
Ah, benar juga. Kita memang harus menjaga perbuatan, lisan dan ketikan, tapi apa yang dirasakan oleh orang lain setelah itu bukanlah tanggung jawab kita lagi. Mengapa harus pusing dengan perasaan orang lain, di saat perasaan diri sendiri juga sedang tidak baik-baik saja?
Percakapanku dengannya tak berakhir begitu saja. Makin banyak yang aku ceritakan, makin sabar pula dia mendengarku. Ia selalu berkata, "Kalau ada apa-apa, cerita ya, jangan dipendam, kita selesaikan sama-sama."
Sesekali ia juga bertanya tentang hariku, "Gimana hari ini? Lancar?" atau pertanyaan "Ada cerita apa hari ini?"
Sebuah pertanyaan yang terkesan sederhana, tapi sangat berarti untukku.
Seorang teman pernah berkata padaku, "Kamu selama ini selalu jadi pendengar cerita orang lain. Jadi penasaran siapa yang jadi pendengarmu?"
Dan yaa... sekarang aku sudah punya pendengar setia di sini. Kuharap ia tak akan bosan mendengarkan segala ceritaku, entah itu bahagia atau sedih. Kuharap kita bisa menjadi teman bicara setiap hari. Kuharap percakapan-percakapan kita akan terus berlanjut sampai nanti.
***
🌷19/30
𝐴𝑘𝑢 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑛𝑖, 𝑚𝑒𝑛𝑐𝑜𝑏𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑘𝑎𝑛𝑚𝑢, 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑡𝑎𝑘 𝑏𝑖𝑠𝑎.
𝐾𝑎𝑢 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑒𝑠𝑘𝑟𝑖𝑝𝑠𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑖𝑛𝑔𝑢𝑛𝑔𝑘𝑎𝑛. 𝑆𝑒𝑏𝑢𝑎ℎ 𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑡𝑎𝑛𝑝𝑎 𝑘𝑎𝑡𝑎, 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑑𝑢𝑎𝑛 𝑡𝑎𝑛𝑝𝑎 𝑗𝑒𝑑𝑎.
𝑆𝑎𝑚𝑎 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑖𝑡𝑢, 𝑘𝑎𝑙𝑎 𝑡𝑎𝑘𝑑𝑖𝑟 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑠𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑘𝑖𝑠𝑎ℎ. 𝑆𝑒𝑏𝑢𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑒𝑚𝑢𝑎𝑛 𝑡𝑎𝑛𝑝𝑎 𝑎𝑏𝑎-𝑎𝑏𝑎, 𝑠𝑒𝑏𝑢𝑎ℎ 𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑖𝑏𝑎-𝑡𝑖𝑏𝑎. 𝐴𝑘𝑢 𝑗𝑎𝑡𝑢ℎ 𝑡𝑎𝑛𝑝𝑎 𝑟𝑒𝑛𝑐𝑎𝑛𝑎, 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑠𝑒𝑔𝑎𝑙𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ 𝑚𝑎𝑘𝑛𝑎.
𝐵𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑘𝑎𝑢 𝑡𝑎𝑘 𝑡𝑎ℎ𝑢, 𝑑𝑖 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑎𝑡 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑒𝑚𝑢, 𝑘𝑎𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑒𝑙𝑒𝑚𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛𝑘𝑢 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑏𝑎ℎ𝑎𝑦𝑎. 𝑃𝑎𝑑𝑎 𝑔𝑒𝑙𝑎𝑝 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑒𝑠𝑎𝑘𝑘𝑎𝑛, 𝑑𝑖 𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑖𝑚𝑝𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑖𝑛𝑔𝑢𝑛𝑔𝑘𝑎𝑛.
𝐵𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑘𝑎𝑢 𝑡𝑎𝑘 𝑡𝑎ℎ𝑢, 𝑏𝑎ℎ𝑤𝑎 𝑘𝑒𝑦𝑎𝑘𝑖𝑛𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑘𝑖𝑘𝑢 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑎𝑐𝑎 𝑝𝑒𝑡𝑎 𝑑𝑎𝑟𝑖𝑚𝑢. 𝐴𝑘𝑢 𝑒𝑛𝑔𝑔𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑠𝑎𝑡, 𝑑𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑢 𝑝𝑢𝑛 𝑡𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑟ℎ𝑒𝑛𝑡𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑟𝑎ℎ𝑘𝑎𝑛.
𝐵𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑘𝑎𝑢 𝑡𝑎𝑘 𝑡𝑎ℎ𝑢, 𝑏𝑎ℎ𝑤𝑎 𝑜𝑏𝑎𝑡 𝑡𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑏𝑒𝑟𝑏𝑒𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑝𝑖𝑙. 𝑆𝑒𝑠𝑒𝑑𝑒𝑟ℎ𝑎𝑛𝑎 𝑠𝑒𝑛𝑦𝑢𝑚 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑎𝑢 𝑏𝑒𝑟𝑖𝑘𝑎𝑛, 𝑠𝑒𝑠𝑒𝑑𝑒𝑟ℎ𝑎𝑛𝑎 𝑖𝑡𝑢 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑔𝑖𝑎𝑘𝑢.
𝐴𝑡𝑎𝑢 𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛... 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑎𝑘𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑘 𝑡𝑎ℎ𝑢, 𝑏𝑎ℎ𝑤𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 𝑘𝑎𝑢 𝑡𝑎𝑢 𝑠𝑒𝑔𝑎𝑙𝑎𝑛𝑦𝑎.
𝑃𝑎𝑑𝑎 𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑗𝑎𝑡𝑢ℎ 𝑡𝑎𝑛𝑝𝑎 𝑝𝑎𝑘𝑠𝑎, 𝑘𝑢𝑘𝑖𝑟𝑖𝑚 𝑟𝑖𝑛𝑑𝑢 𝑡𝑎𝑛𝑝𝑎 𝑗𝑒𝑑𝑎, 𝑝𝑎𝑑𝑎𝑚𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑝𝑒𝑡𝑎, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑙𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎ℎ𝑘𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑏𝑢𝑡𝑎.
***
🌷20/30
Salah satu kata yang sering kudengar ketika ada yang kehilangan adalah kata "menyesal". Terlebih lagi jika kehilangan itu untuk selamanya. Menyesal belum mengatakan ini, belum mengatakan itu. Menyesal belum melakukan ini, belum melakukan itu.
Aku pun beberapa kali merasakan hal seperti ini, terlebih saat Papa berpulang. Menyesal tidak mengatakan cinta walaupun Papa pasti tau aku mencintainya. Menyesal tidak punya foto keluarga lengkap untuk kenangan, atau foto berdua untuk kupamerkan ke orang-orang tentang pria hebatku. Menyesal tidak memeluk Papa untuk terakhir kali, merasakan dekapannya yang hangat, dan penyesalan-penyesalan lain yang berkepanjangan.
Sejak itu, aku sedikit menghilangkan gengsi dalam berhubungan. Untuk apa memelihara gengsi yang akan menjadi penyesalan di kemudian hari?
Aku mulai belajar untuk tak ragu mengatakan "cinta" ke orang-orang terkasih. Jika aku belum mampu mengatakannya secara langsung, akan kumaksimalkan dengan tindakan, yang menunjukkan secara jelas bahwa aku menyayanginya. Terlebih lagi jika aku menerima cinta yang sama besarnya. Makin tak ada keraguan untuk mengungkapkan rasa yang ada.
Sungguh aku benci perasaan menyesal itu. Aku tak ingin mengulang perasaan itu lagi pada siapa pun yang kucintai.
Maka dari itu, jangan ragu mengatakan cinta pada orang di sekitarmu. Kelak jika orang itu sudah tak ada lagi di dunia, yang tersisa hanyalah penyesalan. Katakan yang ingin dikatakan, lakukan yang ingin dilakukan. Jika orang itu harus pergi nanti, kita bisa melepaskannya tanpa penyesalan. Atau mungkin justru diri sendiri yang akan lebih dulu meninggalkan. Masa depan adalah sesuatu yang tak bisa diprediksi, bukan?
Kamu tak harus setuju denganku. Beberapa hal yang aku yakini di usia dewasa ini adalah hasil dari kejadian tidak terduga di hidupku. Hidupmu mungkin memiliki cerita tersendiri. Terlepas dari itu semua, mari lakukan hal-hal yang memang seharusnya dilakukan.
***
🌷21/30
Semua orang di sekitar saya pasti udah tau kalau saya adalah pencinta Drama Korea. Saya udah jadi Kdrama Lovers sejak SMP dan sampai sekarang di usia yang hampir 27 tahun. Tahun kemarin, saya menamatkan sekitar 30 drakor. Sekarang pun ada tontonan on going, bahkan udah nunggu beberapa drakor yang bakal tayang. Tapi beberapa hari lalu, saya berhasil menamatkan satu anime sebanyak empat season. Haha, tiba-tiba banget anime.
Saya nonton anime hasil rekomendasi adik saya beberapa bulan lalu, kalo gak salah sekitar September 2024. Judulnya Attack on Titan. Adik saya tau kalau saya gak suka anime, tapi dia terus-terusan bujuk saya biar nonton. Ya jelas awalnya saya malas dan gak berminat. Tapi karena dia gak berhenti muji-muji anime ini, akhirnya saya memutuskan untuk nonton Season 1 sekitar Oktober 2024. Saya sempat berhenti nonton karena fokus persiapan CPNS. Terus saya lanjutkan sedikit demi sedikit sampai selesai Season 3. Dan akhirnya beberapa hari lalu saya menamatkan Season 4 yang terdiri dari 3 part.
Kalau ditanya bagaimana kesan pertama nonton anime, saya akan jawab: seru juga ternyata!
Untuk orang yang pertama kali nonton anime, saya dengan kesadaran penuh ingin bilang kalau AOT ini keren banget! Gak nyangka saya akan sekagum ini sama anime. Konsep cerita, alur yang kompleks, kumpulan plot twist yang bikin bengong, dan penggambaran karakter, semuanya keren!
Tapi endingnya lumayan bikin sakit hati. Gimana ya, dibilang happy ending tapi gak happy-happy banget, tapi dibilang sad ending juga enggak sih. Intinya saya gamon banget beberapa hari ini. Sampai baca-baca artikel tentang teori endingnya, cari-cari editan di tiktok, bahkan sampai ngulang beberapa scene.
Gak nyangka banget pencinta drakor bakal segamon ini sama anime. Kaget sama diri sendiri wkwk.
Kalau ditanya apakah ketagihan nonton anime, sekarang masih biasa aja sih. Lagi pula saya masih gamon sampai sekarang, belum mau nonton yang lain lagi. Sambil mencoba move on, mau balik ke drakor aja.
Oh ya btw, Levi adalah karakter favorit saya di anime ini. Gak di drakor, gak di anime, cowok ganteng cool dan serba bisa kayak Levi tetap jadi tipe andalan haha.
***
🌷22/30
TEMA: KEAHLIAN
Sebenarnya saya bingung saat membaca tema "keahlian" karena gak tau saya punya keahlian apa atau mau bahas keahlian siapa. Tapi setelah dipikir-pikir, kayaknya saya punya keahlian di usia dewasa ini. Berikut di antaranya:
1. Ahli berpura-pura
Sering pura-pura gak lihat orang yang dikenal ketika ketemu di suatu tempat karena malas basa-basi.
2. Ahli berpura-pura (part 2)
Sering pura-pura senyum dan baik-baik aja depan orang lain ketika ada masalah, padahal aslinya mau nangis.
3. Ahli dalam hal bodo amat
Bikin story sesuka hati tanpa peduli komentar orang, soalnya story yang saya upload ya untuk ditonton sendiri.
4. Ahli mengabaikan
Betah mendengar dering telepon karena gak mau angkat, sengaja pake nada dering lagu favorit. Pas udah selesai bunyi baru deh chat di Whatsapp dan nanya "kenapa nelfon?"
5. Ahli membuang-buang waktu
Mampu scroll Tiktok dan menjelajah semua sosmed seharian tanpa rasa bosan.
6. Ahli bermalas-malasan
Mampu rebahan seharian tanpa rasa jenuh.
7. Ahli menunggu
Berhasil nunggu member @bts.bighitofficial selesai wamil dan balik OT7 tahun ini.
8. Ahli dalam mencintai apa adanya
Tetap cinta sama member @saythename_17 walaupun semuanya abnormal.
9. Ahli keuangan
Bisa menghabiskan uang hasil kerja keras sendiri dengan sangat mudah.
10. Ahli asbun
Tulisan ini kayaknya asbun banget.
***
🌷23/30
Pada tulisan-tulisan sebelumnya, saya beberapa kali mengatakan bahwa agak sulit mempertahankan rutinitas menulis. Harusnya bisa konsisten biar kemampuannya gak hilang gitu aja, dan mengembalikan mood nulis ini butuh challenge!
Belakangan ini, saya sudah menemukan tempat untuk challenge diri sendiri biar gak berhenti nulis. Di tempat ini, minimal dalam setahun, saya punya tulisan yang bahkan diterbitkan dalam sebuah buku.
Tempat yang saya maksud adalah @snooze.projects
Ini merupakan wadah menulis untuk para penulis pemula. Di sini kita dibimbing, diberi saran, dan tentunya bisa menghasilkan karya dalam bentuk buku.
Untuk yang baru belajar nulis, boleh banget gabung di sini. Jangan insecure, harus percaya diri. Kalau insecure atau malu sama tulisan sendiri, kapan bisa berkembang? Gak ada orang yang langsung mahir, pasti belajar dari bawah dulu.
Belum pernah nulis buku sebelumnya? Di sinilah bisa memulai! Selain untuk belajar, Snooze Projects juga hadir untuk merangkul para penulis yang mau punya karya dalam bentuk buku. Di sini kita nulis antologi, jadi ada banyak penulis. Tentunya ini bisa jadi perjalanan awal. Siapa tau kelak bisa menerbitkan buku solo. Yakin aja dulu.
Selain itu, di sini juga bisa menambah relasi karena kami tergabung dalam sebuah grup yang membuat kami bisa berinteraksi kapan saja. Mau diskusi buku, ilmu-ilmu kepenulisan, bahkan sesekali pembicaraan random yang menghibur.
Founder Snooze Projects sendiri adalah adik, teman, dan partner saya dalam dunia kepenulisan yang telah menghasilkan banyak karya. Dia selalu melakukan sesuatu dengan hati, begitu pula dalam mendirikan Snooze Projects. Saya percaya Snooze Projects bisa merangkul lebih banyak penulis seiring berjalannya waktu. Semangat ya @idaaroyanii_ ✨️
Sekarang Snooze Projects sudah sampai pada project ke-6. Tiap project ada tema tulisan, jadi sekarang sudah ada enam tema. Kalian bisa kepoin di ig-nya.
Jadi, bagi yang mau gabung ke Snooze Project, follow @snooze.projects dan nantikan project selanjutnya!
***
🌷24/30
Apakah kalian punya teman yang belum pernah kalian temui, tapi kalian dekat dan sayang banget sama teman itu?
Aku punya!
Namanya Anna. Asal Mojokerto, Jawa Timur. Jauh banget kan dari Sulteng?
Sebenarnya aku udah sering nulis tentang dia, kalau kalian mau baca, boleh banget main ke blogku.
Singkatnya, kami kenalan dari grup Whatsapp, tepatnya grup Kpop, ARMY. Kami temenan dari masih sama-sama jomblo sampai sekarang dia udah punya anak. Kami selalu mengabari hal penting satu sama lain. Bahkan kami bisa menjadi orang pertama yang tahu satu sama lain jika terjadi sesuatu. Seperti saat dia lamaran dan menikah, aku yang pertama kali diberitahu di antara teman-teman segrup. Setelah dia punya anak, aku pun dilibatkan dalam memilih nama sampai akhirnya dia menamai anaknya Azzura Arunika Diandra, yang dimana Arunika adalah ide dariku.
Dia selalu melibatkanku dalam peristiwa-peristiwa penting. Begitu pun sebaliknya. Dia membersamai perjalananku.
Dia paling excited dengan cerita-ceritaku, selalu ikut bahagia ketika aku menceritakan kisah menyenangkan, dan selalu menghiburku ketika aku sedang tak baik-baik saja.
Katanya dia tak bisa menulis kata-kata bagus, tapi faktanya aku pernah dapat pdf yang isinya 17 halaman. Mana cantik banget isinya. Dia juga pernah memberiku pdf yang isinya seperti buku sebanyak 48 halaman. Aku benar-benar menangis ketika menerimanya. Bukan karena sedih, tapi terharu. Ada orang yang mau meluangkan waktu berharganya demi membuat sesuatu untukku.
Aku sangat berterima kasih atas segala effort-nya. Walaupun sebenarnya aku tak berharap apa-apa darinya, selain kesetiaan. Ya, setia tetap berteman denganku dalam waktu yang lama.
Aku tak pernah menyangka kalau teman virtual bisa seistimewa ini. Ternyata cinta dan kasih sayang memang bukan hanya tentang pertemuan.
Suatu saat, semoga Tuhan mendengar harapan kami untuk bisa bertatap muka secara nyata.
Terima kasih, Anna🤍
***
🌷25/30
Ani dan Budi ikut lomba bernyanyi duet tingkat Provinsi. Kakak beradik ini berhasil lolos dari tingkat Kabupaten. Jika mereka lolos lagi di tingkat Provinsi, tentu saja mereka akan melenggang di tingkat Nasional.
Ani dan Budi latihan lebih keras. Mereka berencana membawakan lagu Bunda dari Potret. Lagu ini dipilih spesial untuk sang ibu yang sejak awal sangat mendukung perjalanan mereka.
Ibu Ani dan Budi ingin anak-anaknya menampilkan yang terbaik, termasuk dalam hal kostum. Namun, Ibu tak bisa menjahit baju sendiri sehingga Ibu harus ke tukang jahit. Tiga hari kemudian, baju yang sesuai permintaan itu akhirnya selesai. Ani dan Budi pun sangat menyukai baju itu.
Tibalah hari perlombaan. Meski sedikit gugup, tapi mereka bertekad untuk menampilkan yang terbaik. Sebelum tampil, kakak beradik itu memeluk ibunya terlebih dahulu demi mendapatkan kekuatan.
Ani dan Budi berhasil tampil dengan baik. Penghayatan mereka sangat luar biasa sehingga beberapa penonton ikut merasa terharu dengan nyanyian mereka. Ibu pun bisa merasakannya. Hanya dengan melihat ekspresi anak-anaknya saat bernyanyi, ia bisa merasakan ketulusan di sana.
Pemenang langsung diumumkan satu jam setelah semua peserta tampil. Para peserta berdiri di atas panggung. Namun, sayang sekali Ani dan Budi tak berhasil meraih juara pertama dan otomatis gagal ke tingkat Nasional. Ternyata ada penampilan yang lebih baik dari mereka.
Ani dan Budi sangat kecewa. Ani bahkan hampir menangis dan Budi berusaha menenangkan adiknya itu. Di tengah kekecewaan mereka, nampak sang ibu yang duduk di barisan depan tersenyum pada mereka. Ibu berkomunikasi dengan bahasa isyarat pada anak-anaknya yang jika diterjemahkan berarti "Kalian sudah hebat, walaupun Ibu tidak bisa mendengar suara kalian, Ibu tau suara kalian sangat indah dan kalian bernyanyi dengan tulus."
Air mata Ani tumpah seketika. Budi pun ikut berkaca-kaca. Ani membalas dengan bahasa isyarat "Aku mencintai Ibu".
Sang ibu mengangguk tersenyum. Ani dan Budi pun segera menghapus air mata. Walaupun mereka gagal ke tingkat Nasional, tapi mereka tak pernah gagal meraih juara harapan. Harapan ibu.
***
🌷26/30
Mau kenalin satu orang yang gak tau kenapa hobi banget typo.
Manusia satu ini parah banget typo-nya. Bayangkan aja seorang penulis pemula yang jarang singkat kata dalam ketikan sehari-hari ini, harus berhadapan dengan manusia yang typo setiap hari. Kadang typo-nya bikin ngakak banget. Kadang juga agak bikin kesel kalau pas pembahasan penting. Tapi aku sangat mengapresiasi bagaimana dia berusaha ngetik rapi kalau kita lagi bahas sesuatu yang serius.
Seperti apa pun ketikannya, aku menerima itu semua. Makin lama makin terbiasa juga baca ketikannya. Namanya juga manusia, pasti ada kekurangan. Dia udah dikasih otak yang cerdas, makanya minusnya di typing wkwk.
Btw, tadi iseng search di google "orang yang suka typo" dan muncullah artikel Kumparan yang ditulis oleh Info Psikologi. Artikel ini memaparkan 4 kepribadian orang yang suka typo. Setelah kubaca, memang ada benarnya.
1. Cekatan
Dia memang tipe orang yang melakukan pekerjaannya dengan cepat. Tapi berbeda dengan yang ada di artikel, dia malah sangat memperhatikan detail. Jadi kerjaannya cepat dan detail.
2. Ambisius
Dia orang yang ambisius, terutama dalam hal nilai dan prestasi sejak zaman sekolah sampai kuliah. Gak heran dia sering meraih tempat pertama, juga selalu mewakili sekolah dan kampusnya untuk mengikuti berbagai macam kompetisi.
3. Badut Masyarakat
Istilah untuk menggambarkan orang-orang yang penuh komedi. Dia memang humoris banget. Bahkan selain ngetik, dia juga sering typo ngomong, sama kayak Soobin TXT dan Isyana Sarasvati. Di luar itu, dia juga punya celetukan lucu yang gak ada habisnya.
4. Pintar Mencari Uang
Jujur gak paham hubungannya sama typo, tapi aku aminkan. Semoga pintar cari uang dan lancar terus rezekinya. Aamiin.
***
🌷27/30
Kali ini mau bahas Drama Korea yang masih on going. Drakor berjudul Love Scout yang diperankan oleh Lee Joon Hyuk (Yu Eunho) dan Han Jimin (Kang Jiyun) ini sudah mencapai episode ke-8 pada Sabtu kemarin. Pada episode ke-6, ada salah satu kalimat yang menarik perhatianku.
"Cinta itu tentang kualitas, bukan kuantitas. Ada dua orang, bukan berarti cintanya dua kali lipat. Satu orang yang mencintaimu saja sudah cukup." - Kang Jiyun
Kalimat ini dikatakan Jiyun untuk menghibur seorang anak tujuh tahun bernama Yu Byeol yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, sebab orang tuanya bercerai ketika ia masih bayi dan hak asuh jatuh ke tangan ayahnya (Yu Eunho). Jiyun pun hanya memiliki ayah karena ibunya meninggal dunia lebih dulu. Namun, sang ayah ikut berpulang ketika ia bahkan masih jauh dari usia dewasa. Meskipun kalimat Jiyun mungkin belum bisa dipahami sepenuhnya oleh Byeol, tapi setidaknya Byeol terhibur dengan itu. Seiring berjalannya waktu, ia juga pasti akan mengerti.
Kalimat Jiyun bukan hanya berhasil menghibur Byeol, tetapi juga berhasil menyentuh hati para anak yang hidup bersama orang tua tunggal. Sebagai anak yang hanya memiliki ibu sejak usia 14 tahun, kalimat ini entah kenapa terasa begitu hangat. Menurutku pribadi, kalimat Jiyun juga bisa diartikan bahwa cinta bukanlah tentang seberapa banyak orang, melainkan tentang seberapa besar cinta. Bukankah cinta yang sangat besar dari satu orang saja sudah cukup membuat kita merasa begitu berharga?
Pada akhirnya, ini bukan hanya tentang anak dan orang tua tunggal, tetapi juga tentang para insan yang merasa kesepian karena hanya punya sedikit orang di sisinya. Jadi, jangan berkecil hati. Mulailah melihat sekeliling dan rasakan cinta yang mungkin selama ini tak terlihat. Mari hargai ketulusan yang ada di sekitar kita.
Peluk jauh untuk seluruh anak yang telah kehilangan orang tuanya. Peluk jauh untuk orang-orang yang mungkin merasa tak dicintai. Percayalah, kamu berharga dan berhak dicintai. Jika tak ada orang lain, setidaknya ada dirimu yang mencintaimu dengan tulus🫂❤️
***
🌷28/30
Kenapa ya Kpop dan Kpopers selalu dipandang sebagai sesuatu yang negatif sama kebanyakan orang?
Padahal suka Kpop adalah hobi. Sama kayak orang lain yang juga punya hobi. Ada yang hobinya di bidang perfilman, misalnya hobi nonton film western, film Thailand, film India, dan film negara-negara lain. Ada yang hobi banget sama hal-hal berbau Jepang, seperti nonton anime atau baca manga. Ada yang hobinya di bidang musik, misalnya suka nyanyi, suka dengar musik, atau main alat musik. Ada pula yang hobinya di bidang olahraga bahkan game. Kalau disebutin satu-satu, hobi di dunia ini banyak banget.
Kpopers ngefans sama idol Kpop. Sama kayak orang yang ngefans sama Adele, Beyonce, Olivia Rodrigo, dll. Atau ngefans sama Lyodra, Tiara Andini, Rossa, Raisa, dll. Gak ada bedanya juga sama orang yang ngefans sama atlet-atlet sepak bola, atlet-atlet voli, dll. Ada juga yang ngefans berat sama para karakter fiksi di anime, manga, manhwa, novel, dll.
Tapi dari semua itu, kenapa Kpopers dipandang rendah banget?
Beli tiket konser atau beli merchendise dianggap buang-buang uang, padahal di luar sana orang yang punya hobi lain juga banyak yang mengeluarkan uang berjuta-juta demi hobinya.
Kpopers halu dikira serius. Padahal itu cuma buat seru-seruan. Yakali beneran. Sebenarnya yang halu siapa sih?
Kpopers dibilang gila. Padahal banyak yang tetap waras karena jadi Kpopers. Mereka gak tau, seberapa banyak lagu-lagu, kalimat-kalimat penghibur, serta konten-konten lucu para idol yang telah berhasil menyelamatkan banyak jiwa yang terluka, mengobati kesepian, serta memberikan cinta yang luar biasa.
Ah, capek sebenarnya harus membela diri sama orang-orang yang memang pada dasarnya sudah benci. Mau dijelaskan bagaimanapun, bakal kelihatan jeleknya aja.
Kpopers dibilang toxic. Padahal sudah banyak banget program-program positif hasil dari inisiatif Kpopers. Bahkan banyak kegiatan kemanusiaan serta penggalangan dana yang sering dilakukan oleh Kpopers. Orang-orang memang hanya sering melihat sisi negatif saja. Giliran ada hal positif, pada tutup mata.
Sehat-sehat para Kpopers di mana pun berada. Mari tetap menyebar kebaikan apa pun yang terjadi❤️
***
🌷29/30
Halo, Cat Lovers di mana pun berada!
Hari ini tulisan saya spesial untuk memperkenalkan para majikan tercinta💗
Aslinya sih lebih banyak dari ini, tapi sebagian mati, hilang, atau diadopsi.
Untuk para Cat Lovers, pasti setuju banget kalau saya bilang, kucing itu bukan sekadar hewan. Tapi mereka adalah teman, sahabat, bahkan keluarga. Mereka diperlakukan layaknya anak di rumah, dicukupi kebutuhannya, dirawat ketika sakit, dicari ketika main tapi gak pulang-pulang, dicintai dan disayangi. Mereka juga obat lelah, obat capek. Pulang kerja berasa capek banget, tapi ketemu mereka bisa jadi senyum karena liat kelucuan mereka. Apalagi kalau mereka udah manja-manja minta disayang.
Terus kalau ada yang hilang, apalagi mati, bisa nangis kayak nangisin manusia. Jangankan mati beneran, saya baru membayangkan para majikan ini mati aja udah nangis duluan. Kalau mereka gak pulang-pulang, jadi khawatir. Kepikiran aneh-aneh, jangan-jangan mereka dipukul di luar sana, atau ditendang, atau disakiti dengan berbagai macam cara. Jangan-jangan mereka kelaparan, gak dapat makanan. Jangan-jangan mereka kehujanan. Pokoknya khawatir banget kalau ada yang gak pulang.
Mungkin bagi orang lain nangisin kucing tuh lebay. Tapi, siapa yang peduli pendapat orang? Saya tetap menyayangi kucing-kucing menggemaskan ini. Walaupun kadang ada hal-hal menyebalkan dari mereka, misal tiba-tiba pup sembarangan, bongkar makanan di meja, atau mencakar sampai bikin kita luka, tapi tetap aja sayang banget kan?
Oh ya, karena punya kucing, jadi kalau di luar atau di jalan liat kucing tuh kayak otomatis manggil atau nyapa mereka. Lucu aja gitu nemu kucing-kucing di jalan. Kadang kasian juga kalau ketemu kucing di tempat sepi jauh dari perumahan warga. Hati ingin bawa pulang, tapi pikiran menolak karena udah banyak kucing di rumah.
Buat orang-orang nih ya, emang sih gak semua orang suka kucing, tapi tolonglah jangan buang kucing di tempat yang jauh dari perumahan, apalagi kalau anak kucing yang masih kecil banget. Yaampun kasian. Mending kasih ke orang yang mau rawat, bawa ke dekat rumah warga, atau bawa ke penampungan kucing.
Jangan jahat-jahat sama makhluk lucu ini🫶🏻
***
🌷30/30
Dalam hidup ini, aku akan berusaha mencintai setiap proses yang aku lalui. Bahkan untuk hal-hal menyedihkan; perpisahan, kehilangan, kegagalan, pengkhianatan, dan hal-hal lain yang tak bisa kuprediksi. Hidup penuh kejutan, bukan?
Aku percaya bahwa setiap proses yang aku lalui adalah pengalaman yang berharga, dan tentunya bisa menjadi pembelajaran. Mungkin ini terdengar seperti bualan, tapi sungguh, hidup seperti ini jauh lebih menenangkan. Dunia ini sudah penuh dengan hal-hal negatif. Jadi, aku mencoba menciptakan ruang positif untuk pikiranku sendiri. Setidaknya, inilah yang aku usahakan untuk diriku.
Tiap kali aku dihantam oleh perkara tertentu, aku akan tetap menghadapinya, menikmati sedihnya, merasakan sakitnya. Setelah itu, berusaha mengingatkan diri bahwa aku hanyalah manusia yang tidak tahu apa-apa, sedang Allah Maha Tahu. Apa yang sedang terjadi adalah kehendak-Nya.
Perpisahan mengajarkanku betapa berharganya sebuah pertemuan, juga betapa pentingnya waktu yang dihabiskan bersama. Perpisahan tentu saja akan membuatku merasakan kehilangan. Kehilangan yang kemudian akan mengajarkanku tentang betapa berharganya orang-orang yang kucintai.
Kegagalan mengajarkan kerja keras dan pantang menyerah, menguatkan mental, melatih kemampuan. Jika aku tak pernah gagal, bagaimana aku akan tahu cara untuk bangkit?
Pengkhianatan mengajarkanku untuk tak mudah percaya dan berharap pada manusia. Ekspektasi yang kuciptakan sendiri sering kali menjadi sumber kekecewaan.
Ada hikmah di balik setiap peristiwa. Percayalah pada rencana-Nya. Memang kenyataan di lapangan tak semudah menuliskan kata-kata, tapi aku percaya bahwa mencintai setiap proses kehidupan adalah bagian dari penghiburan segala duka, obat untuk luka.
Tetaplah berdamai atas segala yang terjadi dan hadapi hari esok dengan berani✨️

Komentar
Posting Komentar