REVIEW: Bumi - Tere Liye



Identitas Buku:

Judul buku: Bumi

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit: 2014

Tebal: 440 halaman

Blurb:

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak.

Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.

Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang.

๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ

Buku bergenre Fiksi Ilmiah dan Fantasi ini menceritakan kisah Raib, remaja yang duduk di bangku SMA. Kehidupan sekolahnya biasa saja, sama seperti remaja pada umumnya. Belajar, mengerjakan PR, ujian, berburu makanan di kantin, serta memberi julukan pada beberapa guru. Ia juga memiliki sahabat bernama Seli. Selain Seli, ada Ali, si pembuat onar di kelasnya. Jail, mulutnya ceplas-ceplos, malas mengerjakan PR, dan selalu dapat nilai ujian rendah. Namun, sebenarnya Ali adalah anak yang jenius.

Kehidupan keluarga Raib pun sama seperti keluarga pada umumnya. Ia merupakan anak tunggal yang tinggal bersama kedua orang tuanya. Ia memiliki dua kucing kesayangan bernama si Putih dan si Hitam. Semuanya benar-benar kehidupan biasa, kecuali satu. Raib bisa menghilang.

Kemampuan menghilang Raib bukanlah hal baru. Kekuatan ini sudah ada sejak usianya dua tahun. Saat itu ia sedang bermain petak umpet bersama kedua orang tuanya. Seperti anak-anak kebanyakan, Raib bersembunyi di tempat-tempat tertentu sembari menutupi wajahnya dengan telapak tangan, sambil sesekali cekikikan. Namun, orang tuanya tak pernah menemukannya. Raib kecil mengira bahwa orang tuanya berpura-pura tak melihatnya. Bahkan ketika ia berdiri di tempat yang sangat terlihat—dengan tetap menutup wajahnya menggunakan telapak tangan—orang tuanya tetap tak melihatnya. Raib jadi kesal sendiri. Saat itu ia tak sadar bahwa ketika ia menutup wajah dengan telapak tangan, ia benar-benar menghilang. Semakin Raib tumbuh, semakin ia paham bahwa ia memang berbeda. Ia memiliki kekuatan menghilang. Namun, Raib memilih untuk merahasiakan kekuatan yang ia miliki dari orang tua maupun teman-temannya. Kadang ia menggunakan kekuatannya untuk sekadar menjaili ibunya, seperti tiba-tiba muncul dan mengagetkan. Kadang pula ia gunakan untuk menguping pembicaraan orang tuanya. Tak ada hal spesial yang ia dengar, hanya keluhan-keluhan tentang pekerjaan yang makin berat. Raib tetap merahasiakan kekuatannya hingga usianya lima belas tahun.

Sampai suatu hari, kejadian aneh terjadi.

Hari itu Raib dan Ali dihukum oleh Miss Keriting yang sebenarnya bernama Miss Selena. Guru Matematika yang mereka beri julukan Miss Keriting karena rambut keritingnya yang khas. Raib dan Ali diminta untuk keluar dari kelas. Raib yang sudah dikeluarkan duluan karena lebih dulu mengaku bahwa ia lupa membawa buku, sangat kesal karena harus menghabiskan waktunya bersama Ali di luar kelas. Sebelum Ali melihatnya, Raib mencoba menghilang. Raib mengintip Ali yang keluar kelas sambil mengeluh. Tertawa kecil, Raib memiliki ide jail kepada Ali. Namun, sebelum ia melakukan idenya, ia dikagetkan dengan kemunculan sosok lelaki kurus tinggi yang misterius. "Hai, Gadis Kecil," katanya saat tiba-tiba muncul di depan Raib. Petir menyambar terang. Tetapi Raib sudah lebih dulu dikagetkan dengan suara dan sosok itu sehingga ia kehilangan keseimbangan. Keterkejutannya membuat telapak tangannya terlepas dari wajah, tubuhnya otomatis terlihat lagi.

Ali yang melihat Raib tiba-tiba muncul di dekatnya pun terkejut. Namun, Raib sibuk mengedarkan tatapannya ke segala arah untuk memastikan bahwa ia benar-benar melihat sosok tinggi kurus. Tetapi sekarang sosok itu benar-benar menghilang. Ali yang terpesona dengan apa yang baru saja ia saksikan, segera membanjiri Raib dengan pertanyaan. Di sisi lain, Raib masih penasaran dengan sosok itu. Tetapi di sisi lain ia harus mengurus Ali, mencoba mengelak sebisa mungkin atas apa yang baru saja terjadi.

Keanehan tidak berhenti di situ. Suatu hari, kucing Raib yang bernama si Hitam tidak menyambut Raib pulang sekolah seperti biasanya. Hanya ada si Putih menyambutnya. Raib mencari ke seluruh rumah, tetapi tak menemukan si Hitam. Ia pun bertanya kepada ibunya. Namun, ibunya malah mengatakan bahwa Raib hanya memiliki satu ekor kucing, diberi nama si Putih atau si Hitam. Ibunya bahkan bingung siapa nama sebenarnya karena Raib kadang mengatakan si Putih dan kadang si Hitam padahal gadis itu hanya memiliki satu ekor kucing. Raib kebingungan. Merasa aneh. Sebab selama ini ia memang memiliki dua ekor kucing. Ia bahkan memberi makan, merawat, dan bermain bersama dua kucingnya.

Keanehan terus terjadi di kehidupan Raib sejak itu. Ia tiba-tiba bisa menghilangkan jerawatnya sendiri, hingga sosok tinggi kurus yang muncul di cermin kamarnya bersama si Hitam.

Kejadian membingungkan yang terjadi berturut-turut itu membawa Raib pada sebuah peristiwa besar. Bersama Seli dan Ali, ia terjebak masuk ke dunia yang sangat berbeda. Petualangan mereka bertiga di dunia paralel pun dimulai.

๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ

Sebagai buku pembuka dari seri panjang, Bumi fokus pada perkenalan tokoh dan pengenalan dunia fantasi yang unik. Kisah yang disajikan di buku ini terkait dengan konsep dunia paralel beserta aturan, teknologi, dan sejarahnya.

Bahasa yang digunakan cukup ringan, sesekali dihiasi dengan humor, terutama dari kelakuan Ali, tapi tetap menyimpan misteri yang bikin penasaran. Namun, karena ini novel seri yang panjang dan merupakan bagian pertama, alur cerita belum terlihat jelas, masih menciptakan banyak teka-teki.

Aku pribadi merasa 'kurang seru' ketika membaca bab-bab awal karena hanya memberi kesan cerita fantasi biasa. Namun, di sisi lain tetap memicu rasa penasaran. Memasuki pertengahan buku, aku mulai merasakan keseruannya, terlebih lagi ketika memasuki bab saat Raib, Seli, dan Ali mulai berpetualang di dunia paralel. Rasanya ingin baca terus menerus tanpa henti.

Konflik awal memang belum rumit, tapi justru itulah yang membuat pembaca betah dan semakin ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ

Kelebihan:

Novel Bumi menyajikan kisah yang sangat menarik. Cerita yang disuguhkan terasa sangat menghibur dan membuat pembaca ingin terus mengetahui apa yang terjadi selanjutnya di dalam kisah ini. Alurnya dibuat dengan sangat rapi dan terstruktur sehingga pembaca tidak akan mengalami kebingungan. Selain itu, disajikan pula kejutan-kejutan yang berhasil membuat pembaca terpesona.

Selain alur cerita yang menarik, deskripsi keindahan alam yang ada dalam novel ini sangatlah indah dan detail. Penulis bisa membawa pembaca seakan-akan masuk ke dalam dunia yang digambarkan. Imajinasi pembaca benar-benar berkembang saat membaca tiap deskripsinya. Kita jadi bisa membayangkan, dunia seperti apa yang dilihat oleh Raib, Seli, dan Ali.

Hal lain yang membuat novel ini menarik adalah karakter-karakternya. Novel Bumi memiliki karakter-karakter yang unik dan berbeda. Masing-masing memiliki sifat, kepribadian, kebiasaan, dan ciri khas yang mudah diingat dan dibedakan. Karakter-karakter ini juga memiliki peran yang sangat penting dalam cerita serta memiliki latar belakang cerita masing-masing.

Kekurangan:

Tere Liye sering menggunakan istilah asing atau bahasa lain yang tidak familiar di dalam novelnya. Hal ini bisa menyulitkan pembaca untuk memahami kisah yang sedang dibaca. Meskipun ini termasuk kekurangan, tapi aku secara pribadi tidak terlalu mempermasalahkan. Sebab aku merasa belajar banyak hal-hal baru karena harus mencari arti dari beberapa kata atau istilah.

Terlepas dari cerita yang menarik dan kejutan dalam novel Bumi, ada juga bagian-bagian dalam novel ini yang terasa membosankan. Terutama pada bab-bab awal. Hal ini membuat pembaca bisa kehilangan minat dalam membacanya.

๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ

Overall, novel ini kuberi rating 8/10⭐️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Laut Bercerita

Menjelajah Lorong Waktu: Review Sorry My Younger Self I Can't Make You Happy