REVIEW: Bintang - Tere Liye [Bumi Series 4]
✨️ Identitas Buku:
Judul buku: Bintang
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2017
Tebal: 382 halaman
Blurb:
Kami bertiga teman baik. Remaja, murid kelas sebelas. Penampilan kami sama seperti murid SMA lainnya. Tapi kami menyimpan rahasia besar.
Namaku Raib, aku bisa menghilang. Seli, teman semejaku, bisa mengeluarkan petir dari telapak tangannya. Dan Ali, si biang kerok sekaligus si genius, bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke dunia paralel yang tidak diketahui banyak orang, yang disebut Klan Bumi, Klan Bulan, Klan Matahari, dan Klan Bintang. Kami bertemu tokoh-tokoh hebat. Penduduk klan lain.
Ini petualangan keempat kami. Setelah tiga kali berhasil menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran besar, kami harus menyaksikan bahwa kamilah yang melepaskan “musuh besar”-nya.
Ini ternyata bukan akhir petualangan, ini justru awal dari semuanya…
⭐️⭐️⭐️
✨️ Sinopsis
Buku Bintang merupakan buku keempat dari petualangan Raib, Seli, dan Ali. Buku ini mengambil latar Klan Bintang, sama seperti buku Matahari. Namun, tentunya ada perbedaan. Jika di buku Matahari mereka datang hanya karena "iseng" memuaskan rasa penasaran mereka, di buku Bintang mereka datang dengan persiapan matang. Persiapan yang melibatkan tiga klan sekaligus—Klan Bumi, Klan Bulan, dan Klan Matahari.
Buku ini dibuka dengan suasana sekolah Raib, Seli, dan Ali. Mereka telah tiba di Bumi setelah petualangan sebelumnya. Mereka harus tetap bersekolah meskipun kehidupan mereka sudah jauh berbeda sejak mereka mulai berpetualang di dunia paralel.
Tiga sekawan ini bersama orang-orang dari Klan Bulan dan Klan Matahari membuat rencana untuk kembali ke Klan Bintang. Hal ini berkaitan dengan ending buku Matahari, di mana mereka mendapatkan fakta mengejutkan tentang rencana Dewan Kota Zaramaraz di Klan Bintang, sehingga melibatkan orang-orang dari tiga Klan. Tokoh-tokoh penting antarklan yang ada di buku-buku sebelumnya ikut terlibat dalam rencana, seperti Miss Selena, Av, Ilo, Panglima Tog, Mala-tara-tana II, serta Hana-tara-hata. Sebagian ikut berangkat, sebagian tinggal.
Perjalanan dilakukan dengan empat buah kapsul terbang. Petualangan ini dipimpin oleh Miss Selena dengan sepuluh anggota pasukan bayangan Klan Bulan dan Klan Matahari, dan tentunya tiga sekawan—Raib, Seli, dan Ali.
Mereka pun mulai menjelajah Klan Bintang. Mencari pasak bumi yang entah berada di mana. Mereka mengalami banyak sekali rintangan dalam perjalanan. Bahkan mereka harus kembali menghadapi sebuah kehilangan. Seperti petualangan sebelum-sebelumnya, salah satu taruhan petualangan ini adalah nyawa.
⭐️⭐️⭐️
✨️ Kelebihan Buku
> Karakter Konsisten
Karakter Raib, Seli, dan Ali konsisten sejak buku pertama hingga buku keempat. Raib yang bijak, penuh pertimbangan, dan pengambil keputusan dalam situasi genting. Penuh simpati, meski kadang keras kepala. Seli yang polos, mudah menangis dan ketakutan, tapi tetap tak mundur dalam perlawanan. Serta Ali dengan kejeniusannya, jail, tengil, dan suka dipuji. Adapun Miss Selena masih dengan ketegasannya. Meskipun karakternya konsisten, character development-nya tetap terlihat di tiap buku.
> Deksripsi Latar yang Detail
Sama seperti buku-buku sebelumnya, Tere Liye sangat ahli dalam mendeskripsikan tempat-tempat di dunia paralel sehingga pembaca akan memiliki imajinasi tertentu. Bentuk tempat, benda-benda di dalamnya, cuaca, suasana, orang-orangnya, semua digambarkan dengan baik.
> Ending Menarik
Salah satu konsistensi lain dari serial Bumi adalah ending-nya yang menarik. Tere Liye selalu membuat akhir di tiap bukunya memancing rasa penasaran pembaca, sehingga pembaca akan tertarik untuk segera meneruskan ke buku selanjutnya.
✨️ Kekurangan Buku
Saya sempat merasakan kebosanan di awal-awal buku, tetapi memasuki pertengahan, keseruan mulai terasa.
Ini sepertinya disebabkan oleh latar yang sama. Latar buku Bintang adalah dunia Klan Bintang, sama seperti di buku Matahari, sehingga ada babak yang terkesan seperti pengulangan buku sebelumnya. Misalnya adegan saat mereka memasuki lorong-lorong kuno. Adegan-adegan ini terlihat membosankan pada beberapa bab.
⭐️⭐️⭐️
Overall, buku ini saya rating 8/10.

Komentar
Posting Komentar