REVIEW: Bulan - Tere Liye [Bumi Series 2]

 


Identitas Buku:

Judul buku: Bulan

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit: 2015

Tebal: 400 halaman

Blurb:

Namanya Seli, usianya 15 tahun, kelas sepuluh, dan dia salah satu teman baikku. Dia sama seperti remaja yang lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu-lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal yang disukai remaja.

Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli dan aku yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang kami simpan sendiri sejak kecil. Aku bisa menghilang dan Seli bisa mengeluarkan petir.

Dengan kekuatan itu, kami bertualang menuju tempat-tempat yang menakjubkan.

๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™

Bulan merupakan buku seri kedua dari kisah Raib, Seli, dan Ali. Di buku Bumi, Raib dan dua sahabatnya—Seli dan Ali—secara tidak sengaja berpetualang di dunia lain, mereka menyebutnya Klan Bulan. Mereka sama sekali tak tahu apa-apa saat itu. Perlahan, satu per satu fakta terungkap; tentang dunia paralel, tentang kekuatan Raib dan Seli, serta tentang orang-orang yang membuka portal dunia paralel.

Jika di buku pertama—Bumi—lebih banyak pengenalan karakter dan cerita yang diungkap satu per satu, di buku Bulan ini ceritanya lebih mendalam karena karakter-karakter utama telah diperkenalkan di buku pertama. Meskipun memang tetap ada beberapa karakter baru.

Di buku Bulan ini, Raib berserta Seli dan Ali justru sengaja mengunjungi dunia paralel lainnya, yaitu Klan Matahari. Tidak seperti di buku Bumi, di mana mereka sama sekali tak tahu apa-apa, di buku kedua ini pengetahuan mereka telah berkembang mengikuti perkembangan ceritanya. Hal ini menunjukkan kesinambungan yang baik antara buku pertama dan buku kedua. Jadi, jika ada yang bertanya, apakah bisa langsung membaca Bulan tanpa membaca Bumi? Jawabannya tidak. Tentu saja buku ini harus dibaca berurutan.

Raib, Seli, dan Ali mengunjungi Klan Matahari bersama Miss Selena dan dua kenalan mereka dari Klan Bulan yaitu Ily dan Av. Mereka datang dengan niat baik, yaitu menjalin kerja sama untuk mempersiapkan diri jika musuh mereka (yang sudah dikalahkan di buku Bumi) kembali muncul dan menyerang. Namun, tiba di Klan Matahari, mereka malah dihadapkan dengan sebuah kompetisi yang mau tidak mau harus mereka ikuti. Nama kompetisinya adalah Festival Bunga Matahari. Kompetisi ini mengharuskan mereka mengelilingi negeri selama sembilan hari untuk mencari bunga matahari yang pertama mekar. Dalam kondisi tidak mengetahui keadaan dunia Klan Matahari, Raib, Seli, dan Ali dengan terpaksa mengikuti kompetisi tersebut. Ditambah Ily karena satu kontingen harus terdiri dari empat orang. Miss Selena dan Av pun terpaksa melepas anak-anak itu demi menghindari konflik dengan Klan Matahari.

Meski mulai terbiasa menjelajah dunia paralel, kehidupan mereka di Klan Matahari tidaklah mudah. Mereka tidak tahu jika Festival Bunga Matahari sangat berbahaya, bahkan mengancam nyawa. Lebih dari itu, mereka tidak tahu bahwa ada rencana jahat di balik keikutsertaan mereka dalam kompetisi.

Buku ini diawali dengan keseruan dan kelucuan dari Ali. Di pertengahan, suasana mulai menegangkan saat mereka mulai menyusuri negeri. Dan di akhir ... ada sesuatu yang terjadi sehingga berhasil membuatku menangis saat membacanya.

Silakan dibaca bukunya jika penasaran!

๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™

Kelebihan:

Isi buku (mulai dari jenis font, ukuran font, dll) sama dengan buku Bumi. Sebagai buku berseri, konsistensi seperti ini untuk dua buku pertama menurutku ide yang baik. Sangat terasa bahwa pembaca benar-benar sedang membaca lanjutan dari buku Bumi.

Ceritanya lebih segar, lelucon-leluconnya pun berhasil membuat tertawa, lagi-lagi hal lucu berasal dari celetukan Ali yang tidak ada habisnya. Walaupun sebenarnya dia tidak sedang melawak, tapi aku yakin para pembaca merasa terhibur dengan segala ucapan dan tingkahnya. Lama-lama aku ngefans juga sama karakter Ali ini wkwk.

Bukan hanya leluconnya, tapi juga jalan ceritanya sangat seru. Bahkan menurutku lebih seru dari buku Bumi. Deskripsi dunia paralel yang detail, penggambaran tiap peristiwa yang menyentuh hati dan pikiran pembaca, serta penggambaran karakter yang konsisten. Sama seperti Bumi, deskripsi dunia paralel di buku Bulan juga cukup detail hingga membuat pembaca bisa membayangkan dunia paralel itu, teknologinya, pakaiannya, makanannya, hewannya, dll.

Saat membaca buku ini, aku bisa terbawa suasana. Saat Raib dan kawan-kawan menghadapi bahaya, aku ikut merasakan ketegangannya. Saat mereka hampir kehilangan nyawa, aku ikut merasakan kepanikan dan rasa sesak. Bahkan di akhir buku, berhasil membuatku menangis. Aku bisa mengatakan bahwa dalam buku ini, Tere Liye berhasil mempermainkan perasaan pembaca. Dalam satu buku ada tawa, kebingungan, ketegangan, kesedihan, bahkan sampai air mata.

Hubungan persahabatan karakter-karakternya juga terlihat jelas di sini. Bagaimana mereka saling peduli, saling menyelamatkan, tidak ada yang egois satu sama lain. Nilai kemanusiaan, ketulusan, dan tolong-menolong sangat kental. Hal ini tentunya menjadi nilai positif untuk pembaca. Dan semua digambarkan dengan ciri khas masing-masing karakter.

Aku tak menemukan salah ketik satu pun selama membaca Bulan, hal ini tentunya membuat pembaca sangat nyaman. Di buku ini juga membahas beberapa ilmu Biologi dan Fisika dalam kehidupan sehari-hari sehingga bisa menambah pengetahuan pembaca. Bukan sekadar buku fantasi tanpa makna. Apalagi ilmu ini disampaikan oleh Ali, dengan gaya tengilnya sehingga ketika aku membacanya, tak ada kesan membaca buku pelajaran yang membosankan. Malah menyenangkan seakan-akan mendengar langsung penjelasan Ali.

Buku Bulan juga berhasil memancing rasa penasaran pembaca. Pada beberapa ending chapter, Tere Liye menuliskan kalimat yang membuat pembaca bertanya-tanya hingga merasa tak sabar melanjutkan bacaan.

Satu lagi, ada keunikan dari Bumi series, yaitu nama karakternya. Kemarin baca Bumi pertama kali langsung disuguhkan dengan nama Raib. Unik banget. Mana Raib beneran bisa menghilang, sesuai arti namanya.

Di Klan Bulan, ada nama sekeluarga yang jika digabungkan membentuk kalimat I Love You.  Suaminya bernama Ilo, istrinya Vey, anak kedua Ou. Lalu, nama anak pertamanya ILY. Unik sekali, bukan?

Nama orang-orang di Klan Matahari lebih unik lagi, semuanya berima. Ada Hana-tara-hata, Fala-tara-tana, Mata-hana-tara, dll. Walaupun agak sulit mengingatnya, tapi ini sangat unik. Saat membaca, aku hanya mengingat nama pertamanya saja, itu lebih mudah.

๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™

Kekurangan:

Buku Bulan hanya membahas satu cerita, yaitu Festival Bunga Matahari. Total 400 halaman semuanya membahas festival yang berlangsung selama sembilan hari. Pada beberapa chapter, ada bagian yang cukup membosankan karena alurnya terkesan lambat.

Keseruan benar-benar-benar terasa ketika Raib dan kawan-kawan mulai menghadapi banyak bahaya.

๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™

Di balik kelebihan dan kekurangannya, novel ini kuberi rating 9/10⭐️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW: Bumi - Tere Liye

Review Novel Laut Bercerita

Menjelajah Lorong Waktu: Review Sorry My Younger Self I Can't Make You Happy