25 Februari ke-27


Selamat 25 Februari ke-27!! 

Usiaku bertambah satu lagi, dari 26 ke 27. Walaupun faktanya justru berkurang jika kita berbicara tentang jatah hidup di dunia.

Dua puluh tujuh. Wah, usia yang semakin dewasa saja. Makin mengerikan, makin menakutkan, dan makin penuh tantangan. Namun, harus tetap dihadapi tak peduli semenakutkan apa ke depannya. Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Begitu pula soal usia, usia kali ini harus lebih baik dari usia sebelumnya. Tiap kali berulang tahun, aku juga merefleksikan diri. Menilik kembali apa saja yang kulakukan dan kualami sepanjang usia sebelumnya.

Oke, kali ini aku akan mengajak orang-orang yang membaca blog ini untuk me-review seperti apa Hairunnisa Zulkifli pada usia 26 tahun.

🍒

Di usia ke-26, aku masih jadi "orang alay" yang mengabadikan semua hal dalam foto, video, atau tulisan. Terutama pada hari-hari penting, atau ada hal-hal istimewa. Termasuk momen ulang tahunku yang tiap tahun kutuliskan di blog ini. Teman-teman media sosialku pasti sudah paham kebiasaanku, apalagi teman dekat, lebih paham lagi. Dikit-dikit foto, dikit-dikit video, dikit-dikit update story. Dalam sehari, story whatsapp-ku selalu lebih dari sepuluh. Namun, story ini hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu karena kebanyakan isinya adalah Kpop dan Kdrama. Sebenarnya aku gak peduli sih pandangan orang lain, tapi lebih ke malas aja meladeni manusia-manusia yang gak bisa menghargai hobi orang yang berbeda-beda. Jadi, lebih memilih membagikan  story itu kepada orang-orang tertentu saja.

Di usia ke-26, aku periksa mata lagi setelah lima tahun. Harusnya rutin, tapi ini malah kebablasan sampai lima tahun. Dari yang sebelumnya minus 0,75 malah naik jadi minus 2, tambah silinder pula 0,50. Huhu sedih banget. Tapi aku sadar, ini adalah kesalahanku sendiri. Bisa dibilang aku lalai menjaga mataku. Oh ya, bulan lalu, aku dapat sebuah tips dari seorang teman, Ida Royani namanya. Katanya, dia pernah diajarin sebuah amalan sama gurunya.

Ini chat Ida:

Oiyaa btw mau bagiin satu amalan. Dulu guruku bilang, kalau mau mata tetap sehat, amalin ini.

Pas azan berkumandang "Asyhadu Anna Muhammad Rasulullah" terus kita jawab azan, habis itu baca "ya Habibi qurrota'aini Muhammad ibn Abdillah" terus tiup tiga kali ke dua punggung ibu jari habis itu usapin ke mata.

Sejak dapet itu, aku mulai amalin dan Alhamdulillah mataku gak pernah yang aneh-aneh. Nah beberapa waktu kemarin sempat 'melupakan' amalan itu, tapi skrng udah amalin lagi. Tergantung keyakinan sih ini, kak.

Keinget mau ngasih tau waktu baca tulisan kakak di IG itu

Sejak dapat chat ini, aku mulai mencoba menerapkannya. Bismillah. Sembari berusaha menjaga mata juga. Terima kasih, Ida. Doain minus dan silinder mataku gak nambah lagi ya guys.

Di usia ke-26, pertama kalinya aku berhasil meet up sama teman-teman ARMY di kota Palu. Ini beberapa foto-fotonya. Kami bertemu di bulan April 2024.





Sebenarnya aku sudah mengenal ketiganya. Gleri (yang rambutnya digerai) dan Dila (jilbab hitam) adalah teman seangkatanku ketika kuliah. Sementara Kak Suad adalah kakak kelasku sejak masa putih abu-abu yang merupakan teman dekatku sampai sekarang. Gleri-Dila dan Kak Suad saling mengenal dari grup ARMY yang kubuat di tahun 2022, Army With Luv (AWL). AWL pernah kubahas di blog ini, boleh kepoin di label "Magic Shop". Akhirnya jadi saling kenal deh semuanya dan ini pertama kalinya kami berempat meet up. Semoga suatu saat bisa ngumpul berempat lagi.

Di usia ke-26, aku masih bareng member AWL tentunya. Sekarang member AWL ada 23 orang. Januari kemarin baru aja anniversary ke-3. Masya Allah. Gak nyangka pertemanan online ini bisa bertahan lama. Aku masih bareng member Shining Carat juga. Ini grup fandom Carat yang kubuat 2022 juga. Semoga suatu saat kita semua bisa ketemu yaa. Aamiin.

Di usia ke-26, aku pertama kali coba seblak. Haha, iya, pertama kali merasakan makanan kesukaan sejuta umat ini di usia 26 tahun. Siapa lagi yang memperkenalkan kalau bukan si Random People Mas Hadi dan Widya. Awalnya, menurutku rasanya biasa saja, bukan makanan yang ingin kumakan lagi. Tapi setelah makan dua tiga kali, wah enak juga ternyata. Sampai sekarang aku masih suka makan seblak sama mereka berdua. Nih foto makan seblak terakhir di bulan Februari ini.



Di usia ke-26, aku ikut Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) lagi kedua kalinya sebagai guru. Lokasinya kurang lebih dua jam dari sekolah. Gak jauh-jauh banget, tapi bukan tempat yang dekat juga untuk bolak-balik, makanya barang bawaan dipastikan harus lengkap. PORSENI kali ini lumayan berasa lebih capek dari PORSENI pertama, karena personil gurunya lebih sedikit. Ada yang sedang hamil, ada yang punya bayi, dan berbagai urusan lain sehingga tak bisa bergabung dalam kemah yang dilaksanakan lima hari itu. Namun, tetap saja pengalamannya sangat berharga dan akan selalu kuingat.

Di usia ke-26, aku dapat hadiah ini dari Mas Hadi. Pocky bentuk love dan jam lucu.




Asli, selama hidup, ini salah satu hadiah terlucu yang pernah kudapatkan. Membayangkan Mas yang mageran itu tiba-tiba effort banget nyusun Pocky, haha. Mungkin bagi orang lain ini hanya hal kecil, tapi bagiku ini berarti banget soalnya ada effort-nya di sini. Walaupun Pocky-nya lengket-lengket dikit karena lemnya kebanyakan haha. Oh ya, dia kasih ini dalam rangka 1st anniversary. Kira-kira apa lagi gebrakannya nanti ya?

Di usia ke-26, aku pertama kalinya daftar CPNS. First time. Benar-benar pengalaman pertama. Aku memberanikan diri daftar karena daftarnya bareng Mas dan Widya. Kalau gak ada mereka, mana berani aku daftar sendiri. Manusia satu ini masih saja takut ambil keputusan sendiri. Eh, plot twist-nya ternyata aku lulus. Alhamdulillah. Bersyukur sekali. Walaupun di sisi lain ada rasa sedih juga karena Mas dan Widya belum dikasih rezeki kali ini. Aku doakan semoga mereka bisa nyusul bersamaan nanti. Makasih banyak untuk mereka berdua karena sejak awal menemani prosesku, mendukung dan juga mendoakan. Aku gak akan pernah melupakan hal-hal baik yang mereka lakukan. Oh ya, mengenai CPNS ini, aku ingin menceritakan pengalamanku di tulisan yang berbeda nanti. Soalnya ceritanya akan lumayan panjang. Insya Allah tulisannya akan di-upload setelah dapat SK, hehe.

Di usia ke-26, pertama kali movie date! Haha, efek tinggal di desa, jadinya gak pernah movie date. Nah, kebetulan waktu ujian CPNS yang pertama, kami ke Kota Palu. Nonton bareng deh. Ya, walaupun sebenarnya gak bisa dibilang movie date juga karena perginya gak berdua, tapi berempat. Aku sama Mas bawa adek masing-masing haha. Gak apa-apa, yang penting ada pengalaman.

Di usia ke-26, akhirnya bisa ngumpul berlima lagi setelah sekian lama! Nah, siapa lagi ini berlima? Taraaaaa. Kak Suad, Yuni, Ila, dan Ratna.


Mengenai Kak Suad dan Yuni bisa kalian baca di tulisan yang aku upload sebelumnya. Kami teman dekat sejak masa putih abu-abu. Sebenarnya kami berenam, satu orang lagi Allah sayang, jadinya udah dipanggil pulang. Al-fatihah untuk adik bungsu kami, Miftahul Jannah. Terus Ila dan Ratna udah nikah dan punya anak, jadi agak susah ketemunya. Jadilah kami sering bertiga aja sekarang. Tapi Alhamdulillah di bulan November 2024 kemarin berhasil kumpul berlima. Sehat-sehat ya kalian semua.

Di usia ke-26, aku masih merawat para majikan di rumah alias kucing-kucing banyak tingkah, tapi kusayang. Sekarang kucingku di rumah ada beberapa ekor (males ngitung soalnya barusan nambah empat ekor lagi). Kalau mau kenalan sama kucingku, bisa dicek di akun Instagram @harsaasa. Soalnya ini pernah kubahas di 30 Hari Bercerita Day 29.

Di usia ke-26, aku masih suka coklat, tiramisu, dan cappuccino. Masih suka jajan ini itu. Pokoknya gak bisa nahan diri kalau soal makanan, tapi gak gede-gede juga, badan gini-gini aja. Gak apa-apa, yang penting sehat.

Apa pun yang terjadi dalam hidupku di usia kemarin, sekecil apa pun itu, aku bersyukur atas segalanya. Begitu pula dengan perubahan baik yang kualami. Sekecil apa pun itu, aku sangat mengapresiasi diriku karena berhasil menjadi lebih baik. Bergerak sedikit demi sedikit itu lebih baik dibanding tidak sama sekali.

🍒

Hari ini, 25 Februari 2025, usia ke-27, Alhamdulillah aku masih bersama orang-orang yang kucintai. Alhamdulillah keluargaku masih diberikan umur panjang. Hari ini Mama dan adikku kasih kue yang cantik banget. Ini foto kue dan foto bareng Mama dan Adik. Seperti biasa, Kakak dan Bapak lagi jauh.




Alhamdulillah masih bareng Kak Suad dan Yuni juga ngerayain Februari bareng. Mereka gak ngasih kue, tapi buah haha. Emang agak di luar nalar isi otak para February Girls ini. Aku juga dapat tas lucu dari Kakak Suad, suka banget tasnya.




Alhamdulillah masih bareng Mas Hadi. Katanya dia bingung mau kasih kado apa, terus dia ingat bentar lagi aku terima SK CPNS, jadinya dikasih sepatu kerja deh hehe. Kuenya juga cantik banget.




Alhamdulillah masih bareng Widya. Aku ditraktir seblak. Kebetulan kangen banget makan seblak, terakhir makan seblak tuh tahun kemarin.



Alhamdulillah masih bareng Anna yang ada aja gebrakannya tiap tahun. Kali ini dia ngasih link, setelah kubuka, isinya mirip-mirip makalah gitu. Sebenarnya aku gak ngerti itu bikinnya gimana. Tapi dia effort banget nulis sepanjang itu di tengah kesibukannya ngurus anaknya, Arun.


Buat kalian semua, terima kasih banyak udah kasih cinta dan effort yang luar biasa. Terima kasih sudah kembali menyadarkanku bahwa aku dicintai begitu besar oleh banyak orang. Terima kasih karena lagi-lagi sudah membuatku merasa berharga. Terima kasih.

Untuk semua orang baik yang namanya tak bisa kusebutkan satu per satu di sini, terima kasih banyak untuk doa-doa baik yang kalian ucapkan di hari ulang tahunku. Mudah-mudahan di antara doa-doa itu ada yang dikabulkan oleh Allah swt. Sekali lagi, terima kasih banyak.

Btw, ini rangkuman 25-02-25. Hihi, tanggalnya cantik.

25-02-25

Oh ya, sekalian nih, karena sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadhan, aku ingin mengucapkan mohon maaf lahir dan batin untuk semua orang. Mohon dimaafkan ya atas segala kesalahanku, entah ucapan atau perbuatan, entah yang disengaja atapun tidak, mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya.


Salam sayang,

Nissa✨️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW: Bumi - Tere Liye

Review Novel Laut Bercerita

Menjelajah Lorong Waktu: Review Sorry My Younger Self I Can't Make You Happy