Maret Bersama Kerinduan🥀
Teruntuk cintaku...
Harusnya kau berusia lima puluh delapan tahun, tepat di hari ini. Lalu aku akan mengucapkan beberapa kalimat cinta padamu. Kita akan bercerita berbagai macam hal. Begitu banyak sampai tak cukup waktu untuk menyelesaikannya. Ingatkah malam-malam kita begadang berdua sembari bertukar kata? Sungguh aku merindukan masa-masa itu.
Harusnya aku bisa mengamati perubahan rambutmu perlahan-lahan. Bukankah sekarang rambutmu akan mulai memutih? Lalu aku akan memujimu dengan mengatakan sebuah fakta bahwa kau akan tetap tampan berapa pun usiamu. Apalagi kebaikan hatimu yang tak lekang waktu. Itu sungguh mengagumkan. Mama akan selalu jadi wanita beruntung karena memilikimu.
Harusnya kau ada di sini. Menyaksikan aku yang belum punya pencapaian apa-apa, tapi tetap kau anggap sebagai putri yang membanggakan. Kau pasti akan mengatakan bahwa sekarang belum waktunya. Kau pasti akan meyakinkan aku bahwa suatu saat aku pasti bisa meraihnya. Dan kau akan mendampingiku sampai saat itu.
Harusnya hari ini menjadi hari favoritku. Namun, hal itu tak lagi berlaku ketika kau pergi dari duniaku. Hari ini, detik ini, aku berurai air mata sebab rinduku sudah sampai pada titik dimana aku tak bisa lagi menjelaskan seperti apa rasanya.
Sungguh miris bagiku ketika Februari dan Maret harus berdampingan. Semesta pun ikut iba menyaksikan aku yang berubah rasa dalam sekejap. Namun, sama seperti Februari dan Maret, nyatanya kebahagiaan dan kesedihan memang berdampingan.
Selamat ulang tahun untuk pria hebatku yang takkan pernah berulang tahun lagi sejak kepergian menjemput. Ini tahun ke dua belas aku mengucapkan selamat ulang tahun seorang diri tanpa jawaban. Bukankah aku membanggakan? Aku telah menjadi kuat sejak pamitmu yang tiba-tiba itu. Meski lemah masih sering menguasai, setidaknya aku bertahan.
Permainan semesta memang cukup menyesakkan. Hari ini adalah hari lahirmu. Lalu, seminggu kemudian aku akan mengingat hari kepergianmu. Takdir sangat menyeramkan, bukan? Beriringan dengan kepulangan yang juga mengejutkan. Tak peduli berapa tahun berlalu, Maretku akan selalu penuh rindu.
Ah, kurasa tak akan cukup aksaraku merangkai tentangmu. Kau terlalu sempurna bagiku. Kekuranganmu hanya satu; kau meninggalkanku begitu cepat. Tetapi bukankah itu karena Dia sangat mencintaimu? Jadi, tak apa, sebab kau memang milik-Nya. Aku akan selalu bersyukur pada-Nya sebab aku memiliki seorang ayah sepertimu.
Kutitip rindu pada-Nya, semoga semesta akan menyampaikannya dengan penuh cinta dan haru.
Aku merindukanmu; setiap hari, tanpa henti, sampai nanti, akan selalu seperti ini.
Aku mencintaimu, Papa🤍
🥀 Nissa, 10 Maret 2024

Komentar
Posting Komentar