25 Februari ke-26🎂

 



Selamat ulang tahun ke-26, Nisa💓

Sebelum aku menulis ini, aku membaca tulisan 25 Februariku 3 tahun terakhir. Selama membaca itu, aku merasakan berbagai macam emosi; kadang ketawa, kadang terharu, kadang malah bingung sendiri wkwk. Ada beberapa hal yang tidak kusangka, ternyata bisa terjadi tanpa aba-aba. Seseorang yang di tulisan sebelumnya kuperkenalkan sebagai teman dekat, hari ini telah menjadi lebih dari teman. Teman yang tak pernah dekat denganku, hari ini telah menjadi sahabat yang sangat berarti. Teman yang cukup dekat, hari ini tiba-tiba menjadi asing. Ternyata ada saja sesuatu yang berubah tiap tahunnya, meski beberapa hal tetap sama.

Usia 26 tahun. Wah, semakin dewasa saja. Rasanya masih menakutkan jika memikirkan masa depan. Kira-kira sampai usia berapa aku akan hidup? Apa saja yang akan terjadi ke depannya? Pertanyaan yang ada tiap tahun, ternyata masih saja merecoki pikiran. Namun, hidup yang ada sekarang masih harus tetap dijalani.

Selama setahun terakhir, aku menghadapi banyak hal. Tentang penerimaan atas sesuatu yang tidak kusukai, tetapi setelah dijalani, ternyata tidak apa-apa. Tentang perdamaianku dengan diri sendiri, yang di mana aku mencoba membuka hati pada seseorang setelah sekian lama. Tentang hubungan persahabatan yang tak selalu indah. Tentang harapan dan ekspektasi yang sering kali menyakiti. Tentang kebahagiaan atas hal-hal sederhana. Tentang cinta dan kasih sayang. Ah, terlalu banyak untuk disebutkan.

Hal terberat yang harus kulalui pada perjalanan menuju 26 tahun, mungkin adalah keretakan hubunganku dengan seorang manusia yang begitu kucintai. Sahabat yang dengan tulus kuanggap saudara sendiri. Itu adalah masa-masa tersulit yang aku jalani. Cukup menyiksa dan membuatku sempat kembali membenci diriku sendiri untuk beberapa waktu. Namun, aku bersyukur karena aku, dan tentunya dia, telah berhasil melaluinya.

Tentu saja aku mengambil poin penting dari segala permasalahan. Lagi-lagi belajar untuk tak berekspektasi lebih pada manusia. Sebab manusia adalah makhluk yang bisa berubah; entah sikap, sifat, maupun hatinya. Aku berpikir bahwa rasa kecewa dan patah hati adalah bagian dari hasil ekspektasi berlebihan. Kuharap orang lain juga akan berhenti berekspektasi terhadapku. Mari kita hidup dengan biasa-biasa saja.

Hari ini, aku banyak berinteraksi dengan orang lain, baik secara virtual maupun secara langsung. Aku juga menerima banyak cinta dalam banyak bentuk pula.

Sebenarnya, tiap kali aku berulang tahun, selalu ada perasaan bahwa aku mendapatkan lebih dari apa yang pernah kutanamkan. Aku merasa bahwa orang-orang terlalu baik padaku. Kadang heran sendiri melihat effort mereka. Suka mikir, kenapa mereka segininya?

Karena itulah aku takut jika sewaktu-waktu menjadi orang yang mengecewakan. Hal itu membuatku berpikir bahwa aku harus selalu baik. Dan pikiran itu terkadang membebaniku. Namun, aku tersadar. Aku hidup bukan hanya untuk menyenangkan orang lain, dan nyatanya aku memang tak bisa menyenangkan semua orang. Jadi, sekarang akan kujalani hidupku dengan apa adanya. Tidak perlu terbebani harus jadi seperti ini, harus jadi seperti itu. Aku akan terus belajar agar menjadi orang yang lebih baik, tentunya dengan tetap menomorsatukan rasa bahagiaku.

Atas segala hal-hal baik yang kuterima, aku merasa bersyukur. Walaupun kadang merasa orang-orang terlalu baik, tapi berkali-kali juga aku tanamkan ke diriku bahwa mungkin aku memang pantas menerima hal-hal baik ini. Aku jadi merasa lebih berharga tiap tahunnya. Merasa bersyukur karena ada begitu banyak orang yang menyayangiku dengan tulus. Mereka yang menerima sikapku yang tentunya tidak selalu baik, kadang mengecewakan, atau sesekali menjengkelkan.

Terima kasih banyak untuk segala doa-doa baiknya. Semoga kebaikan yang sama juga mengelilingi kalian. Terima kasih sudah menerimaku dengan segala kelebihan dan kekurangan. Terima kasih sudah bertahan sebagai teman, sahabat, saudara, atau apapun itu. Pokoknya terima kasih untuk semuanya.

❤❤❤

Teruntuk orang-orang yang kucintai, terima kasih telah hadir dan mengelilingi semestaku.

Keluargaku yang tak pernah lupa merayakan hal-hal kecil bersamaku, yang selalu mengizinkanku melakukan segala sesuatu yang aku mau, senantiasa memenuhi hatiku dengan cinta yang begitu melimpah.

Jika kehidupan selanjutnya benar-benar ada, aku akan tetap memilih lahir di keluarga ini.

Kue dari Mama♡

Sama Mama♡


Masku Hadi Pramono yang selalu meyakinkanku bahwa diriku begitu berharga, yang selalu membuatku mencintai diri sendiri, yang tak pernah bosan mengingatkanku atas hal-hal tak baik yang kulakukan, juga mengapresiasi segala sesuatu positif yang kupunya, selalu percaya atas kemampuanku, juga mimpi-mimpiku.

Kado dan kue dari Mas♡
Kuenya kepotek dikit wkwk 

Mas♡

Taraaaa... ini hadiahnya😍


Sahabat-sahabat yang kini menemaniku; Yuni, Kak Suad, Widya. Manusia-manusia baik yang selalu kudoakan agar mereka diberikan kebahagiaan. Aku tak tau segala hal tentang mereka. Aku hanya tau bahwa tak mudah menjadi mereka, terlalu banyak yang harus mereka alami, terlalu bertubi-tubi masalah yang datang. Aku benar-benar berharap bahwa bahagia yang sesungguhnya akan datang menghampiri. Kudoakan pula mereka bersanding dengan lelaki baik yang mencintai mereka dengan tulus.


Kue dari Kak Suad untukku dan Yuni♡


Ini beberapa hasil foto studio kita♡





Ini kue dari Widya♡



Sahabat virtualku, Anna, yang selalu kasih 100% effort-nya untuk aku, yang selalu menjadi pendengarku, selalu mendukungku atas hal-hal yang bahkan orang tak percaya. Terima kasih atas semuanya.

Anna bikin pdf, isinya kayak buku🥺



Teman-teman real life dan virtual yang tak bisa kusebutkan satu per satu, admin dan member AWL, admin dan member Shining Carat, semuanya. Kalian yang selalu menemani sepiku, menjadi pendengarku, merespon cerita-ceritaku, menjadi obat atas segala kepenatan dan kesedihan. Terima kasih tetap mendampingi hariku dan membuatnya semakin menyenangkan.

Terima kasih banyak teman-teman. Mungkin akan ada beberapa hal yang terlewat, atau terlupakan. Maaf.

Tapi kalian pasti tau bahwa aku menyayangi kalian begitu banyak, begitu besar, tak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Sebagai penutup hari ini, kuucapkan maaf dan terima kasih. 

I love u❤



With Luv,
Nissa💐

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW: Bumi - Tere Liye

Review Novel Laut Bercerita

Menjelajah Lorong Waktu: Review Sorry My Younger Self I Can't Make You Happy