Hai, adikku Riska Faya Firnanda♡

Selamat menjalani hidup di usia 22 tahun...


●●●


Halo, siapa pun kamu yang mampir ke blog ini.

Sekarang aku ingin menceritakan tentang perempuan bernama Riska Faya Firnanda. Dia adalah gadis cantik NTB yang lahir pada tanggal 17 Maret 2001.

Ya, 17 Maret.

Beberapa orang mungkin tahu bahwa aku pernah membenci 17 Maret. Namun, aku berterima kasih pada Tuhan karena mendatangkan kepadaku seorang adik yang lahir pada tanggal ini. Tuhan memberiku seseorang yang membuat 17 Maretku tak lagi menyedihkan.

Memangnya apa salah 17 Maret?

Sama seperti Faya, 17 Maret mungkin adalah tanggal ulang tahun orang lain di luar sana. Atau mungkin tanggal jadian, tanggal pernikahan, tanggal kelahiran anak pertama, tanggal kelulusan, tanggal wisuda, tanggal mendapatkan pekerjaan pertama, dan peristiwa spesial lainnya.

Sama sepertiku, 17 Maret mungkin adalah tanggal bersejarah yang tak terlupakan pula bagi orang lain.

Hidup ini adalah bittersweet, seperti judul lagu Wonwoo dan Mingyu SEVENTEEN.

Maka dari itu, sekali lagi aku bersyukur pada Tuhan telah menghadirkan Faya dalam hidupku. Memang 17 Maret tetap tak terlupakan, tetapi aku akan menyambut tanggal ini tiap tahun, sebab salah satu adikku menyambut hari kelahirannya.

●●●

First impression kenal Faya sebenarnya tidak begitu baik. Aku bahkan sempat kesal dengannya di saat aku belum mengenalnya. Haha, kok bisa?

Perkenalan kami dimulai dari sebuah grup fandom kpopers, tepatnya grup ARMY. Saat itu, aku adalah salah satu admin grup. Sebagai admin, aku merasa perlu menyimpan seluruh nomor member. Selain agar lebih saling mengenal, tujuan lainnya adalah bisa memantau member yang tak pernah muncul. Sebab aturan grup saat itu, jika ada member yang tak muncul dalam waktu yang sudah ditentukan, maka akan di-kick.

Kala itu, aku memberikan informasi di grup agar setiap member memperkenalkan diri via personal chat padaku, karena terlalu banyak jika aku harus menjangkau mereka satu per satu yang jumlahnya lebih dari seratus orang. Tiap member melakukannya. Hingga akhirnya tersisa beberapa orang, dua sampai tiga orang kalau tidak salah. Orang-orang ini kemudian aku chat duluan. Di saat yang lain sudah membalas, Faya sama sekali tak membalas pesanku. Dan itu berlangsung selama beberapa hari.

Aku kemudian menanyakan perihal Faya pada member grup. Ada member yang sudah menyimpan nomor Faya. Aku masih ingat percakapan itu, meski aku lupa orangnya.

"Ini nomor siapa sih? Ada yang udah save nomornya gak?"

"Aku save Kak. Namanya Faya 01L."

"Wah aku pc gak dibalas-balas."

"Dia sering bikin story loh kak, tiap hari."

Saat membaca chat member itu, aku lumayan kesal. Aku berpikir, Faya ini sengaja mengabaikan pesanku?

Dalam keadaan kesal, aku kembali mengirim chat padanya. Kali ini aku spam berkali-kali. Sayang sekali pesannya sudah hilang sekarang, tak bisa kutampilkan di sini. Intinya aku bertanya: kamu masih mau stay di grup gak?

Akhirnya aku mendapatkan balasan. Setelah meminta maaf karena terlambat membalas, Faya mengatakan bahwa dia masih mau menetap di grup. Aku lupa bagaimana hingga akhirnya kami saling menyimpan nomor. Namun, tak ada interaksi yang berarti setelah itu.

Kalau tidak salah, itu di bulan Oktober 2021. Pada bulan November, Faya mulai aktif di grup. Ternyata dia adalah orang yang sangat seru. Suka melawak juga. Walaupun kesan pertamaku padanya tak begitu baik, aku perlahan bisa berinteraksi banyak dengannya.

Interaksi kami di personal chat mulai mengalir ketika dia menanyakan tentang literasi padaku. Saat itu, kami sudah saling follow Instagram. Dia mengatakan bahwa dia telah selesai membaca tulisan-tulisanku di sana. Dia lalu bertanya, sejak kapan aku menulis. Pertanyaan itu yang kemudian berlanjut hingga dia mengatakan bahwa ada seorang kakak tingkatnya yang mirip denganku.

Meski sudah mulai berinteraksi via personal, hubungan kami lebih banyak terbentuk karena interaksi di grup. Intensitas pertemuan yang sangat sering di grup itu membuat kami perlahan menjadi lebih dekat. Untuk personal chat, Faya adalah salah satu manusia paling slow respon yang pernah kukenal. Sebagian besar member grup kami pun mengakui itu. Namun, walaupun personal chat kami sepi, sekalinya ada pembahasan, bisa menciptakan perbincangan yang cukup panjang. Dan dia bisa menjadi fast respon ketika memang ada hal menarik yang bisa didiskusikan.

Untuk alasan kenapa dia slow respon seperti ini, semuanya pernah kami bahas bersama. Ini adalah salah satu topik yang pernah kami diskusikan. Aku memahami hal-hal yang dia katakan, meski tak seluruhnya, sebab aku tak mengalami sehingga pikiranku tak akan bisa sepenuhnya menjangkau pemikirannya.

Selain Bangtan dan literasi, kami dipertemukan oleh satu hobi lainnya, yaitu menonton drakor. Inilah awal kedekatan kami yang sesungguhnya. Pada bulan Maret 2022, aku membuat sebuah grup khusus untuk membicarakan drakor. Awalnya, kami membahas drakor on going yang sedang kami tonton di grup fandom kami. Namun, hal itu ternyata cukup membuat risih beberapa orang yang tak menonton drakor, sebab pembahasan kami memang bisa dibilang terlalu dalam. Untuk alasan itulah aku membuat sebuah grup. Berisi empat orang termasuk aku dan Faya. Meski ada sedikit ngambek-ngambekan sebelum Faya dimasukkan di grup, haha.

Dari sini, kedekatan kami terjalin begitu erat. Berawal dari diskusi drakor, hingga satu persatu dari mereka yang ada di grup saling membuka diri satu sama lain, termasuk Faya. Aku merasa semakin mengenalnya; dari kisah-kisah yang dia bagikan, dari caranya menanggapi cerita orang lain, dari caranya berbicara dan apa yang dia bicarakan, dari caranya menghadapi permasalahan, atau sekedar tanggapan-tanggapan kecil yang sederhana.

Sejak awal, di saat hubungan kami belum sedekat sekarang, aku sudah mengagumi caranya menghadapi masalah. Aku bisa melihatnya dari kejadian di grup pertama kami, sempat ada perselisihan saat itu. Bisa terlihat bahwa dia jauh lebih dewasa dibanding beberapa orang yang usianya lebih tua. Entah dalam hal berbicara, menyampaikan pendapat, atau memberi saran untuk sebuah keputusan.

Setelah aku dekat dengannya, satu kata yang ingin aku katakan: bersyukur. Ya, aku bersyukur bisa mengenalnya secara dekat. Bisa menjadi telinga untuk mendengar ceritanya, dan sebaliknya. Bisa menjadi pundak untuknya bersandar, dan sebaliknya. Bisa menjadi teman diskusi yang baik. Kami bisa 'saling' dalam banyak hal. Ini adalah salah satu poin penting yang kupegang dalam menjalin sebuah pertemanan.

Ketika aku bertemu dengan orang yang positif, maka aku akan berusaha mempertahankan pertemanan. Ini yang kulakukan untuk Faya. Aku merasa dia adalah teman yang jauh dari kata toxic. Dia bisa diajak 'saling' dalam banyak hal (diajak julid pun jago banget, apalagi ngeroasting orang). Aku senang berdiskusi dengannya tentang hal-hal random yang kadang dianggap angin lalu oleh orang lain, tapi bisa kami bahas sedemikian dalam. Dia cukup keras kepala, tapi tak dikuasai oleh ego. Dia cukup banyak mengalah dan bisa menurunkan egonya bahkan untuk hal menurutku sulit untuk dikendalikan. Dia punya karakter sendiri yang tak bisa diikuti atau digantikan oleh orang lain. Dia cukup bijak dalam menyelesaikan sebuah permasalahan, meski sesekali dia lepas kendali, meski sesekali dia kalah dan dikuasai air mata. Dia sangat tahu cara menghargai orang lain.

Faya dan segala yang ada pada dirinya, aku merasa sangat cocok dengannya. Terlebih lagi ada bonus dalam hubungan kami. Faya dengan jiwa lawak yang sudah melekat, bertemu dengan manusia receh sepertiku. Saling melengkapi bukan? Aku sering sekali tertawa karena tingkahnya, ketikannya, dan hal-hal random yang dia lakukan.

Kadang dia merasa tak pantas mendapatkan banyak cinta. Karena dia berpikir dia masih buruk dalam hal komunikasi, dia juga merasa tak pernah memberikan apa-apa pada orang lain. Di sini aku ingin mengatakan bahwa dia sangat salah jika berpikir seperti itu. Secara sadar atau tidak, dia sudah cukup memberi; entah itu cinta, perhatian, kepedulian, bahkan hal-hal kecil tapi berharga. Mungkin dia tak sadar. Namun, andai saja aku bisa bertemu dengannya, aku akan memeluknya dan mengatakan secara langsung bahwa dia adalah orang yang sangat layak dicintai dengan begitu besar.

Aku selalu berpikir bahwa lelaki yang akan mendampinginya adalah lelaki yang beruntung. Aku harap, Faya akan mendapatkan seseorang yang juga bisa membuatnya bersyukur dan merasa beruntung.


●●●


Faya, selamat mengulang 17 Maret yang ke-22.

Mari tetap bersama sampai kamu mengulang 17 Maret ke 23, 24, dan seterusnya. Semoga panjang umur, sehat selalu, dan jadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Harus bisa jaga kesehatan mulai sekarang, karena kegiatannya makin padat, lagi skripsian. Bukan cuma capek fisik, tapi juga pikiran. Makan yang teratur, jangan keseringan begadang.

Semoga pengerjaan skripsinya diberi kelancaran sampai akhir. Kalaupun ada hambatan-hambatan, semoga bisa kamu lalui dengan baik. Kalau capek, istirahat. Jangan dipaksa. Segala sesuatu yang dipaksakan gak akan baik hasilnya. Pelan-pelan aja, asalkan gak berhenti.

Jangan nanggung segala sesuatunya sendirian, aku dan kita semua yang sayang sama kamu selalu ada di sini buat dengerin segala cerita-ceritamu. Jangan lupa sempatkan kasih kabar di tengah huru-hara duniamu.

Ke depannya, mungkin hidup ini akan makin berat, tapi Tuhan selalu punya cara untuk kasih kita jalan. Tetap kuat ya.

Wish you all the best. Aku tunggu S.Pd nya.

Ah ya, maaf kalau keseluruhan tulisan ini tidak terstruktur dengan baik. Kamu pasti memahami cinta yang ingin aku sampaikan.




Kukirim cintaku yang besarnya tak hingga untukmu...

With Luv,

Kak Nissa♡

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW: Bumi - Tere Liye

Review Novel Laut Bercerita

Menjelajah Lorong Waktu: Review Sorry My Younger Self I Can't Make You Happy