MY NEW WORLD๐Ÿ’Ž

 


Jika punya dua rumah, yang mana rumah sebenarnya?


--- --- ---


๐ŸŽถ Won’t let you down

Won’t let you down

Naegero wa

In my In my In my new world ๐ŸŽถ


Nyanyi dulu sebelum nulis hehe...


--- --- ---


Terkadang rasa suka, sayang, bahkan cinta itu sangat aneh. Kita tak akan tahu kapan datangnya, atas dasar alasan apa, dan sering kali menghampiri dengan cara tak terduga.

Kurang lebih itulah yang aku rasakan setelah mengenal dan jatuh hati pada tiga belas manusia yang kini telah melengkapi duniaku.

Apa kalian percaya pada kalimat "Cinta datang dengan cara tak terduga"?

Aku ingin sedikit bercerita...

Seventeen.

Adalah satu-satunya boy grup HYBE yang tak pernah kuikuti akunnya di Weverse, Instagram, Twitter, bahkan Tiktok. Serta satu-satunya boy grup HYBE yang tak kuketahui nama-nama membernya. Grup dengan 13 orang? Terlalu banyak untuk dihafal, pikirku saat itu.

Aku hanya fokus sebagai Army sembari mengikuti sedikit kegiatan TXT dan Enhypen, tanpa ada niat untuk mengenal Seventeen. Aku tahu Seventeen sejak tahun 2018, aku punya teman di grup kepenulisan yang seorang Carat. Aku pun kadang melihat status instagram dan whatsapp-nya. Namun, tetap saja aku tak terpengaruh.

Saat Seventeen mengadakan konser bulan Juni kemarin, beberapa kali mereka mampir di fyp tiktok, terutama Jeonghan yang saat itu tangannya baru selesai operasi. Namun, masih saja tak ada keinginan untuk mengenal. Hanya sekedar penasaran apa yang terjadi dengan tangannya dan berharap agar ia segera pulih. Sebab aku tahu sedihnya seperti apa jika ada satu anggota dari grup yang kita cintai sedang sakit.

Siapa sangka bahwa Jeonghan kini masuk ke dalam line biasku? Pesona paduka memamg sulit ditolak.

Bahkan saat Jungkook menonton konser dan berfoto bersama Seventeen pun masih tak ada keinginan untuk mengenal mereka.

Sampai akhirnya pada bulan Juli, Na PD mengeluarkan konten Game Caterers bersama grup-grup di bawah naungan HYBE. Meski tak ada Bangtan, aku berniat menontonnya karena terlihat seru hanya dari teaser-nya saja. Terutama TXT. Ya, TXT adalah salah satu alasanku untuk nonton.

Namun, apa yang terjadi setelah aku nonton? Haha aku malah jatuh cinta dengan tujuh manusia yang bahkan tak kuketahui namanya. Ini mungkin aneh, tetapi itulah yang terjadi.


Aku bertanya pada temanku dan ia memberitahuku tentang nama-nama tujuh member yang hadir di Game Caterers. Ternyata si pencuri perhatianku bernama Seungkwan dan The8. Seungkwan yang heboh dan serba bisa, The8 yang sangat menggemaskan ketika berbicara, serta tingkah lucu lima member lain berhasil menarikku hingga ada keinginan untuk mengenal lebih jauh. Ya, sesederhana itu awalnya.

Setelah Game Caterers, aku mencari tahu lebih banyak tentang Seventeen. Diawali dengan mengenal enam member lainnya yang tak hadir. Sembari mencari tahu, aku mulai menonton Going Seventeen. Masih meraba-raba karena wajah member masih terlihat mirip di mataku. Sampai akhirnya setelah menonton tiga judul Gose, aku telah menghafal 13 member. Itu terjadi dalam waktu kurang dari seminggu. Berbanding terbalik dengan kata-kataku dulu yang mengatakan bahwa member banyak sangat sulit dihafal.

Setelah mengenal member hanya dari nama panggungnya, aku mulai mencari tahu tentang nama lengkap beserta hari ulang tahunnya. Di sini aku menemukan satu hal yang begitu indah bagiku.


Wow! Amazing!

Melihat ini... hanya satu kalimat yang terlintas di pikiranku: Mereka memang sudah ditakdirkan bersama.

Simbol diamond memang ditakdirkan untuk mereka. Tiga belas orang, tak boleh kurang dan tak boleh lebih. Aku juga menemukan fakta menakjubkan lainnya.

- Member tertua adalah anak bungsu di keluarganya, sementara maknae adalah anak pertama.

- Ada tiga member yang merupakan anak tunggal dan mereka bertiga adalah maknae di line masing-masing, yaitu 95L, 96L, dan 97L.

- Anak tunggal tengah (96L) memiliki 6 kakak dan 6 adik di Seventeen.

- Nama 'Seventeen' diawali huruf S dan diakhiri huruf N. Nama member tertua adalah Seungcheol dan member termuda adalah Chan. Sama-sama diawali S dan diakhiri N.

Mungkin masih banyak fakta unik lainnya yang belum kuketahui. Dan aku ingin tahu lebih banyak lagi dan lagi.

‐‐‐ ‐‐‐ ‐‐‐

Setelah itu semua, aku mulai berpindah mencari tahu lagu-lagu bahkan album-albumnya. Juga mulai mengenal unit-unit mereka. Lagu-lagu mereka berhasil membuatku semakin suka. Candu untuk didengar dan indah dari segi makna. Bukan hanya lagu, dance mereka juga sangat candu. Aku bisa mengulang video dance practice berkali-kali tanpa bosan.

Aku lalu masuk ke tahap pengenalan perjalanan. Tanggal berapa Seventeen dan Carat debut, apa arti nama grup dan fandom, apa arti logo, apa lagu debut mereka, serta bagaimana keadaan ketika mereka debut, semuanya aku cari.

Ternyata Seventeen sangat berbahaya. Semakin mengenal mereka, kamu akan semakin jatuh dan tak bisa keluar.

Akhirnya... hanya seminggu sejak aku nonton Game Caterers, tepatnya 8 Agustus (bersamaan dengan ulang tahun Leader), aku memutuskan untuk menjadi bagian dari Carat.

Aku benar-benar memantapkan diri dengan masuk Weverse pada tanggal 9 Agustus.


Hari ini, sebulan lalu. Aku memutuskan untuk masuk ke dunia baru. Dunia yang kemudian kusebut rumah.

Kalau di-review lagi, tetap terdengar aneh. Aku tak bisa sejatuh ini pada grup lain yang sudah kuikuti akun-akunnya, kukenal member-member bahkan lagu-lagunya, tapi bisa jatuh ke Seventeen secepat ini.

Kadang... kita memang tak perlu alasan untuk mencintai, bukan? Apalagi ini masalah hati.

--- --- ---

Aku kemudian mendapat pertanyaan dari seseorang Army ketika aku memutuskan untuk menjadi Carat:

"Jika kamu punya dua rumah, yang mana rumah sebenarnya? Harus pulang ke mana ketika kamu butuh sandaran?"

Aku menjawab:

"Rumahku hanya satu."

Dia bertanya lagi:

"Siapa?"

Aku menjawab:

"Bangtan."

Dia bertanya lagi:

"Lalu, Seventeen sebagai apa?"

Aku tak langsung menjawab. Lebih tepatnya, tak tahu harus menjawab apa. Aku kemudian berkata:

"Aku akan menjawabmu sebulan lagi. Ketika aku sudah mengenal Seventeen lebih dalam dari hari ini."

--- --- ---

Tak terasa, sebulan berlalu. Karena aku sudah janji, aku benar-benar memberikan jawaban padanya hari ini.

"Seventeen adalah rumah. Begitu pun Bangtan."

"Jadi, punya dua rumah dong?"

"Hanya satu."

"Maksudnya?"

"Rumahku adalah mereka."

Cukup lama aku menunggu sampai akhirnya dia membalas.

"Aku paham. Alih-alih memilih antara dua, kamu akhirnya menempatkan mereka dalam satu tempat yang sama?"

"Ya. Begitu."

--- --- ---

Kira-kira seperti itu rasanya. Aku menyayangi mereka; Bangtan dan Seventeen. Mereka sama-sama luar biasa di mataku. Sama-sama menjadi obat untuk segala kesedihanku. Sama-sama mengubah padanganku tentang beberapa hal yang kadang tak kusadari. Terpenting, mereka sama-sama membuatku semakin mencintai diriku sendiri.

Meski tak bisa dipungkiri bahwa Bangtanlah yang memperkenalkanku lebih dulu pada dunia indah ini. Namun, deretan aksara ini aku tulis sembari memikirkan betapa beruntungnya aku bertemu Seventeen. Tanpa melupakan Bangtan.

--- --- ---

Jika punya dua rumah, yang mana rumah sebenarnya?

Pada akhirnya... mereka sama-sama menjadi rumah untukku...

๐Ÿ’œ๐Ÿ’Ž๐Ÿ’œ๐Ÿ’Ž๐Ÿ’œ๐Ÿ’Ž๐Ÿ’œ๐Ÿ’Ž๐Ÿ’œ๐Ÿ’Ž๐Ÿ’œ๐Ÿ’Ž๐Ÿ’œ๐Ÿ’Ž๐Ÿ’œ๐Ÿ’Ž๐Ÿ’œ๐Ÿ’Ž๐Ÿ’œ๐Ÿ’Ž

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW: Bumi - Tere Liye

Review Novel Laut Bercerita

Menjelajah Lorong Waktu: Review Sorry My Younger Self I Can't Make You Happy