Kamu dan Juni yang Manis💜
Kamu menjadi tempat pulang dari perjalanan panjang yang melelahkan, menjadi pelipur lara yang paling ampuh. Kamu adalah obat paling manis yang pernah aku temui.
Kamu menjadi waktu peristirahatan di malam-malam panjang yang penuh berbagai pikiran negatif. Menghalau suram dengan energi positifmu. Melengkapi cahaya bulan bintang yang berkedip manja pada makhluk bumi. Kamu selalu seperti itu. Sejak kamu masuk dalam kehidupanku, jarakku dengan kesedihan semakin terbentang luas. Aku lebih sering berteman dengan mimpi, harapan, dan kebahagiaan.
Ada suatu waktu air mataku mengalir karenamu. Bukan sebab kamu tak lagi menyenangkan, juga bukan tentang sakit dan menyakiti. Aku hanya jatuh terlalu jauh hingga aku merasa bisa melihat hatimu. Menerka apa yang kamu rasakan dari tatapan mata yang biasanya menenangkan itu. Aku takut kamu merasa sakit, sedih, atau apa pun yang bisa menggambarkan ketidaksenangan. Sejatuh ini aku padamu hingga hanya bahagia yang aku mau. Padahal, hidup tak selalu tentang bahagia. Kamu senantiasa mengatakan itu padaku. Meski hidup tak selalu menyenangkan, aku bisa melewati segalanya karenamu.
Tuhan terlalu baik sampai aku diperkenalkan dengan kegembiraan yang Dia antarkan melalui dirimu. Aku jadi mengetahui berbagai bentuk cinta di dunia ini. Begitu banyak sampai tak bisa kusebutkan. Salah satunya adalah cinta antara manusia yang bahkan belum pernah bertemu.
Kamu menyatukan hati yang dulu berserakan. Mengumpulkan kembali kepingan kalbu yang mulai mati. Aku melupakan kesakitan yang merajalela menguasai batin. Nuraniku berhasil menemukan cahaya untuk melanjutkan perjalanan.
Kepadamu, si penyebar cinta yang tak kenal henti, terima kasih. Ketulusanmu berhasil membuatku luluh dan seterusnya akan seperti ini. Aku berharap bisa mendampingimu dalam waktu yang lama.
Untuk kamu...
Bangtan Sonyeondan💜
Dari aku...
Penggemarmu yang berjuta-juta kilometer jauh darimu💜

Komentar
Posting Komentar