Gadis 7 April

 


Di antara kalimat-kalimat yang akan kutulis, terselip doa yang tak bisa aku utarakan satu per satu. Untuk kamu, si manusia baik hati yang aku temui di tahun 2013. Tapi lucunya... kita malah dekat tiga tahun kemudian. Hidup memang tak bisa ditebak. Siapa sangka teman sekelas yang jarang sekali bertegur sapa denganku, saat kuliah malah jadi salah satu orang penting dalam perjalanan hidupku.

Kamu tahu kan kalau kita jarang sekali bersikap romantis satu sama lain. Sekalinya ada yang romantis, pasti akan keluar kata 'tumben', karena memang pertemanan kita bukan tipe seperti itu. Rasanya agak aneh menulis ini. Memang paling cocok kita gelut saja.

Hai, Dewi. Selamat ulang tahun. Seperti yang kukatakan sebelumnya, doaku tak bisa kusebutkan satu per satu. Biarlah Tuhan yang mendengar pintaku untuk gadis cantik yang hari ini berusia 24 tahun.

Si gingsul manis yang selalu tulus dalam perbuatannya. Kamu tahu? Aku tidak bisa membayangkan akan seperti apa dunia perkuliahanku tanpa ada kamu. Dunia dari remaja menuju dewasa. Dunia dimana kita dipaksa bangun setelah jatuh berkali-kali. Dunia yang penuh dengan keinginan untuk menyerah. Dan di dunia mengerikan itu, kamu ada di sampingku.

Kamu orang pertama yang aku hubungi ketika aku butuh pertolongan, dan kamu adalah orang yang selalu merelakan waktumu untuk membantuku. Kamu akan minta maaf berkali-kali jika kamu berada dalam situasi yang tak bisa berbuat apa-apa. Padahal aku yang butuh, tapi kamu yang selalu minta maaf. Di saat seharusnya aku yang merasa bersalah karena selalu merepotkanmu.

Kamu jadi tempatku mengeluh tentang segala hal menyebalkan yang terjadi. Bahkan tentang kekhawatiran tak penting yang menghampiri kepalaku. Kamu selalu mendengarkan. Kamu memberi semangat.

Kamu mendengarkan cerita-ceritaku, mimpi-mimpiku. Kamu percaya padaku. Percaya bahwa aku bisa menjadi apa yang aku inginkan di saat orang lain penuh keraguan. Kamu selalu menjadi perempuan luar biasa di mataku.

Kamu tahu? Aku menangis ketika kamu akan melangkah ke jenjang pernikahan. Tangis haru dan bahagia, aku bersyukur sebab kamu dipertemukan dengan laki-laki baik yang kuyakin bisa menjaga dan melindungimu yang penakut itu. Sebagian juga tangis sedih karena waktu kita tak akan sebebas dulu. Kamu akan punya tanggung jawab baru yang belum aku rasakan. Tapi apa pun itu, aku bahagia melihatmu bahagia.

Rasanya ucapan terima kasih saja tak cukup. Walaupun sekarang kita jarang bertemu, jarang menghabiskan waktu bersama, doa-doaku selalu ada untukmu. Untuk keluarga kecilmu.

Selamat ulang tahun, Dewi.

Kuharap kamu akan melewati ulang tahun ke 25, 26, 27, dan seterusnya dengan penuh kebahagiaan.


Salam sayang,

Nissa♡

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW: Bumi - Tere Liye

Review Novel Laut Bercerita

Menjelajah Lorong Waktu: Review Sorry My Younger Self I Can't Make You Happy