25 Februari Ke-23


Selamat ulang tahun, Nissa❣

Makin tua aja ya, wkwk.

Semakin bertambahnya usia, pandanganku tentang sebuah 'hari ulang tahun' juga semakin berbeda. Bisa dibilang, makin ke sini makin biasa saja. Makin ke sini, hanya ingin hal-hal sederhana sembari menikmati apa yang sudah ada.

Dulu, mungkin hari ulang tahun adalah hari yang sangat aku nanti-nantikan. Momen bertambahnya usia memang selalu menjadi hal menyenangkan untuk dirayakan. Mendapat ucapan, surprise, dan kado dari teman-teman serta orang-orang terdekat. Namun, sekarang pandangan itu sudah berbeda. Hari ulang tahun tak bisa dimaknai sesempit itu, setidaknya bagiku.

Hari ulang tahun adalah hari di mana usiaku akan berkurang, sebab ajal sudah ditentukan oleh Tuhan. Bukan semata-mata hanya untuk bersenang-senang, hari ulang tahun juga aku gunakan untuk bersyukur karena aku masih diberikan hidup hingga hari ini, diberikan kesehatan, rezeki, dan nikmat lain yang tak bisa kusebutkan satu per satu saking banyaknya.

Semalam, tepat pergantian hari, aku memandangi wajah ibuku yang sedang terlelap di sampingku. Aku membayangkan betapa kesulitannya beliau dua puluh tiga tahun lalu bertaruh nyawa untuk melahirkanku ke dunia ini. Lalu mengasuh, mendidik, dan merawatku hingga kini. Air mataku menetes. Aku menangis menatap wajahnya yang terlihat lelah. Aku bersyukur lagi: di hari ulang tahun ini, ibuku masih sehat dan berada di sampingku. Hal besar yang luar biasa dari Allah.

Aku kemudian membayangkan wajah ayahku. Ya, hanya bisa membayangkan. Rasa rinduku menggebu. Tawanya, suaranya, marahnya, semua memori berputar di otakku. Napasku terasa sesak. Aku menahan tangis sebab aku tak mau membuat bidadari cantik di sampingku merasa khawatir atas ulah putrinya yang cengeng.

"Sholat," kata seorang teman melalui whatsapp setelah aku mengirim pesan curhat padanya.

"Lagi haid," jawabku.

"Nisa."

"Iya."

"Selama ini kamu udah bisa, selanjutnya pasti bisa."

"Bisa apa?"

"Pokoknya bisa."

Aku tersenyum tipis dengan sisa air mata. Kurasa aku mengerti apa yang dia maksud. Dia merupakan temanku sejak SD. Sudah jarang bertemu, tapi kapan pun diajak curhat dia selalu mau mendengarkanku. Kecuali kalau dia memang sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Aku juga tak mau mengutarakan isi hatiku pada orang yang pikirannya sedang kacau. Curhat itu juga tidak bisa sembarangan, ya. Jangan curhat sama orang yang sedang dalam keadaan tidak bisa mendengar keluh kesahmu. Bukannya memberi solusi, yang ada temanmu malah kesal. Nambah dosa lagi anda, wkwk.

Oh ya, untuk kamu, terima kasih sudah mau mendengar cerita-ceritaku.

Hal-hal lain yang juga patut disyukuri pada hari ulang tahun adalah doa-doa yang mengalir untukku. Entah dari keluarga, sahabat, teman, atau bahkan dari seseorang yang selama ini kuanggap spesial. Doa-doa baik yang selalu aku aminkan dan aku doakan kembali agar siapa pun yang mendoakanku juga akan mengalami hal-hal baik dalam hidupnya.

Dua puluh tiga tahun bukan waktu yang sebentar. Di usia ini ada yang sudah menikah, ada yang sudah bekerja, ada yang masih kuliah, ada yang sudah punya anak. Ya, jalan orang memang berbeda-beda. Hidup mereka ya hidup mereka. Hidupku ya hidupku.

Sebenarnya aku punya harapan di usiaku saat ini. Harapan yang hanya bisa aku ungkapkan kepada Yang Maha Esa. Aku yakin, Dia mendengarku. Aku tak bisa mengungkapkan kepada orang-orang, yang jelas itu bukan harapan untuk menikah. Bukan berarti aku tidak mau nikah. Hanya saja untuk saat ini, prioritasku bukan jodoh.

Selama hidup, sudah berapa kali merasa tersakiti? Berapa banyak kesedihan? Banyak juga, ya? Haha, diriku sendiri bingung mengutarakannya.

Namun, jangan lupa dengan pertanyaan: selama hidup, berapa banyak bahagia yang dirasakan? Dibanding kesedihan, kurasa hidupku lebih banyak bahagianya. Ya, aku yakin. Kalau dipikir-pikir lagi, ada banyak hal-hal kecil yang membahagiakan. Hanya saja aku selalu berpusat pada kesedihan sehingga aku mengabaikan fakta bahwa bahagia selalu ada di sekitarku.

Tidak apa-apa. Merasa sedih, sesekali mengeluh, bukankah itu manusiawi? Hanya saja aku tak boleh lagi berlarut-larut.

Pada akhirnya, hari ulang tahun akan selalu menjadi hari di mana aku semakin bersyukur atas apa pun yang terjadi dalam hidupku selama ini. Bersyukur atas orang tua yang luar biasa, saudara yang penyayang, sahabat yang selalu ada, teman-teman yang peduli. Bersyukur atas kesehatan dan rezeki, atas kelebihan dan kekurangan yang kumiliki. Bersyukur atas setiap napas yang aku embuskan. Bersyukur atas segala hal.

Beryukur hari ini aku bisa tenang di rumah dan menghabiskan waktu bersama Mama.

Terima kasih untuk orang-orang baik di luar sana. Kalian adalah salah satu dari sekian banyak kisah perjalanan hidupku.

Terima kasih atas doa-doa tulusnya. Entah yang secara langsung diucapkan padaku, atau yang diam-diam diucapkan pada Yang Maha Esa. Semoga doa-doa baik itu kembali kepada kalian.



Salam sayang,
Dari Nissa yang hari ini berusia 23 tahun❤

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW: Bumi - Tere Liye

Review Novel Laut Bercerita

Menjelajah Lorong Waktu: Review Sorry My Younger Self I Can't Make You Happy